/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 13:23 WIB
Tragedi Kanjuruhan Malang, Catatan Najwa Shihab: Tak Ada Kebanggan yang Boleh Tegak di Atas Nisan (Kolase (antara/najwa shihab))

Suara Denpasar - Tragedi Kanjuruhan Malang membuat seluruh Indonesia berduka, tak terkecuali jurnalis Najwa Shihab. Najwa yang memandu acara Mata Najwa memang berulang kali menyorot kekerasan dalam sepakbola Indonesia. 

"Mata Najwa turut berbelasungkawa atas duka yang terjadi di Kanjuruhan, 1 Oktober 2022. Bukan kejayaan jika dirayakan di atas tangisan, tak ada kebanggaan yang boleh tegak di atas nisan," tulis Mata Najwa di instagram resminya, Minggu. 

Cuplikan di atas merupakan Catatan Najwa Shihab dalam episode Duka Bola Kita yang tayang pada September 2018. Berikut adalah bunyi lengkap catatannya.

Sejarah panjang sepakbola Indonesia kelewat berharga, bagian dari sejarah pergerakan kemerdekaan kita.

Pernah pada suatu masa sepakbola mempersatukan. Mata rantai kekerasan harus diputuskan. Sebab sepakbola sejatinya adalah keindahan untuk menikmatinya justru butuh kehidupan. 

Berhenti saling tuding demi kepentingan sempit, ujung-ujungnya sepakbola pula yang akhirnya terjepit.
Siapapun yang mencintai sepakbola harus aktif ikut memutus siklus yang menumbalkan nyawa. 

Sudah terlalu banyak ibu-ibu yang menanggung duka. Mau berapa nyawa lagi yang terbuang percuma.

Bukan kejayaan jika dirayakan di atas tangisan. Tak ada kebanggan yang boleh tegak di atas nisan. 

Diberitakan sebelumnya, data terakhir korban jiwa akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya bertambah menjadi 129 orang.

Baca Juga: Mencekamnya Luar Stadion Kanjuruhan, Suporter Arema FC: Bergelimpangan hingga Besi Melayang

Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.(*)

Load More