Suara Denpasar - Masih terkait celotehan Dedi Mulyadi di kamar mandi sambil mencuci baju. Kang Dedi, begitu dia biasa disapa bercerita soal masa kecil dan keluarganya.
Terlahir dari keluarga sederhana. Dia merupakan bungsu dari sembilan bersaudara buah hati pasangan Sahlin Ahmad Suryana dan Karsiti.
Melewati masa sekolah dasar (SD) sambil mengembala kambing. Kambing tersebut adalah penjualan cincin kado sunatan pada usia lima tahun.
Saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), Kang Dedi sudah terbiasa full puasa saat Ramadhan. Kondisi sulit dan berat tentu harus dilalui dengan ucapan syukur. Dia terbiasa sahur dengan sambal, dan sajian kelapa tua ketika berbuka puasa.
“Makannya diperoleh dari kerja keras kami untuk buka. Ada yang kadang makan sama belalang, kadang sama belut hasil mancing di sawah, atau makan udang dari sungai," paparnya dalam video YouTube @Kang Dedi Channel seperti dikutip denpasar.suara.com, Senin (3/10/2022).
Masa kecil yang jauh dari kesan bermewah-mewah. Di tengah himpitan ekonomi, dirinya beruntung memiliki sosok ibu yang bisa mengatur perekonomian keluarga.
Jadi, di saat 1974 ketika orang jarang bisa menyekolahkan anaknya. Kang Dedi dan saudara-saudaranya beruntung bisa tetap sekolah.
"Aa tradisi kuat yang diajarkan adalah tradisi memberi,” sambungnya sambil berlinang air mata mengingat sosok ibu dan perjuangan keluarganya.
Contoh dia tentang tradisi memberi adalah setiap keluarganya memotong ayam. Sang ayah selalu meminta dirinya mengantarkan rantang lauk pauk kepada anak yatim yang bernama Herman yang rajin mengaji dan adzan di masjid.
Baca Juga: Cek Fakta: Wendy Walters Resmi Bercerai dengan Reza Arap?
“Walaupun kami hidup susah tapi rumah kami selalu disinggahi banyak orang. Ada satu malam tukang sol sepatu dari pagi sampai malam tidak laku dan tidak punya ongkos pulang.
Bapak menerimanya untuk menginap di rumah. Besoknya diberi makan dan diberi ongkos pulang,” sebutnya.
Begitu juga jika kayu bakar jualan Abah Manta tak laku, maka ayahnya akan membeli kayu bakar. Sedangkan kakak Kang Dedi yang sudah bekerja tak lupa membawakan ikan asin.
“Jadi tradisi memberi, membantu. Bukan baru di kehidupan kami. Itu adalah ajaran dari bapak. Dari kekurangan yang kami miliki, kami selalu merasa lebih sehingga selalu memberikan manfaat bagi orang lain,” tukas dia. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham
-
6 Pilihan HP Samsung Rp2 Jutaan yang Awet untuk Jangka Panjang, Performa Stabil
-
Anjlok 51 Persen! Ini Dua Alasan Utama Penurunan Drastis Pemudik di Terminal Kalideres
-
IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir
-
Ada Ketegangan Geopolitik, Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman
-
Tayang Juli, Anime Tomb Raider King Rilis Visual Utama dan Trailer Karakter
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!
-
Ramalan Keuangan Zodiak 25 Maret 2026: Ini 5 Zodiak Paling Moncer, Ketiban Rezeki Nomplok