Suara Denpasar - Valentino Simanjuntak alias Valen Jebret memutuskan mundur sebagai pembawa acara BRI Liga imbas tragedi Kanjuruhan Malang. Dia diundang Deddy Corbuzier untuk menjelaskan alasannya.
Valentino mengaku tak habis pikir bagaimana bisa dalam sebuah pertandingan bisa ada korban nyawa sampai ratusan.
"Shock kaya kena mental. Ini rasa frustasi kecewa saya. Kok bisa sampai ratusan meninggal dunia. Kayanya cukup adalah cukup," kata dia dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (4/10/2022).
Dia shock dan tak habis pikir karena korban berjatuhan ini bukan kerusuhan antar suporter. Ada penyebab lain yang menyebabkan tragedi itu terjadi. Menurutnya, kejadian itu bisa terjadi karena proses penanganan dan keamanan di dalam stadion.
"Ini bukan antar suporter. Ini lebih kepada proses penanganan dan keamanan di dalam stadion," kata dia.
Hal yang paling menyedihkan baginya adalah ketika banyak anak di bawah umur dan ibu-ibu tak bisa menyelamatkan diri. Dia mengaku bersalah karena dalam beberapa kesempatan mengkampanyekan bahwa sekarang sudah aman bagi keluarga.
"Gw sering ngomong sekarang sepakbola indonesia asik, lo bisa bawa keluarga lu datang. Jangan takut lagi. Stadion itu tempat yang ramah. recreation. ini karena beberapa musim terakhir, dengan semakin banyak wanita dan ibu datang dan ini menandakan mereka aman di stadion," kata dia.
"Ini yang membuat saya mengatakan ayo datang ke stadion, karena sensasinya berbeda," kata dia.
Valen mengaku bahasa dan gaya komentarnya di stasiun televisi disukai ibu-ibu dan anak-anak. "Ketika saya ngomong aman, mereka percaya, apakah saya berdosa?. Pada kenyataannya, ternyata stadion mengerikan kaya kemarin," kata dia.
Baca Juga: Begini Penampakan Kapal Pesiar Rp 38 Miliar Milik Lesti Kejora, Romantis Kayak Titanic
"Mungkin merasa aman karena ga ada suporter lawan. Tapi ada hal lain yang terjadi," kata dia.
"Kondisi mereka kan karena gas air mata menurut pemberitaan. Gw bayangkan itu, dan gw pernah ngomong datang aja ke stadion. Bayangin kalau kita bawa anak kita dan bawa ke stadion lalu ada kejadian seperti itu," katanya sambil terisak.
Diberitakan sebelumnya, versi polisi, sebanyak 125 orang meninggal dunia karena tragedi Kanjuruhan Malang. Pemerintah telah membentuk tim investigasi untuk mengungkap peristiwa pilu iti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak
-
2 Gitaris Baru Seringai Belum Personel Tetap, Masih Penjajakan Temukan Chemistry
-
Final Four Proliga 2026: Popsivo Polwan Menang Pertama, Usai Tumbangkan Electric PLN Mobile
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Loyalitas Berbuah Hadiah, Bank Sumsel Babel Manggar Umumkan Pemenang Utama Pesirah
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum