/
Selasa, 04 Oktober 2022 | 12:54 WIB
Valentino Jebret Menangis di Depan Deddy Corbuzier: Shock Kaya Kena Mental (YouTube Deddy Corbuzier)

Suara Denpasar - Valentino Simanjuntak alias Valen Jebret memutuskan mundur sebagai pembawa acara BRI Liga imbas tragedi Kanjuruhan Malang. Dia diundang Deddy Corbuzier untuk menjelaskan alasannya. 

Valentino mengaku tak habis pikir bagaimana bisa dalam sebuah pertandingan bisa ada korban nyawa sampai ratusan. 

"Shock kaya kena mental. Ini rasa frustasi kecewa saya. Kok bisa sampai ratusan meninggal dunia. Kayanya cukup adalah cukup," kata dia dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (4/10/2022).

Dia shock dan tak habis pikir karena korban berjatuhan ini bukan kerusuhan antar suporter.  Ada penyebab lain yang menyebabkan tragedi itu terjadi. Menurutnya, kejadian itu bisa terjadi karena proses penanganan dan keamanan di dalam stadion.

"Ini bukan antar suporter. Ini lebih kepada proses penanganan dan keamanan di dalam stadion," kata dia. 

Hal yang paling menyedihkan baginya adalah ketika banyak anak di bawah umur dan ibu-ibu tak bisa menyelamatkan diri. Dia mengaku bersalah karena dalam beberapa kesempatan mengkampanyekan bahwa sekarang sudah aman bagi keluarga. 

 "Gw sering ngomong sekarang sepakbola indonesia asik, lo bisa bawa keluarga lu datang. Jangan takut lagi. Stadion itu tempat yang ramah. recreation. ini karena beberapa musim terakhir, dengan semakin banyak wanita dan ibu datang dan ini menandakan mereka aman di stadion," kata dia.

"Ini yang membuat saya mengatakan ayo datang ke stadion, karena sensasinya berbeda," kata dia. 

Valen mengaku bahasa dan gaya komentarnya di stasiun televisi disukai ibu-ibu dan anak-anak. "Ketika saya ngomong aman, mereka percaya, apakah saya berdosa?. Pada kenyataannya, ternyata stadion mengerikan kaya kemarin," kata dia.

Baca Juga: Begini Penampakan Kapal Pesiar Rp 38 Miliar Milik Lesti Kejora, Romantis Kayak Titanic

"Mungkin merasa aman karena ga ada suporter lawan. Tapi ada hal lain yang terjadi," kata dia.

"Kondisi mereka kan karena gas air mata menurut pemberitaan. Gw bayangkan itu, dan gw pernah ngomong datang aja ke stadion. Bayangin kalau kita bawa anak kita dan bawa ke stadion lalu ada kejadian seperti itu," katanya sambil terisak. 

Diberitakan sebelumnya, versi polisi, sebanyak 125 orang meninggal dunia karena tragedi Kanjuruhan Malang. Pemerintah telah membentuk tim investigasi untuk mengungkap peristiwa pilu iti.

Load More