Suara Denpasar- Tragedi Kanjuruhan Malang membuat aparat kepolisian kini dituntut untuk berati-hati menangani massa.
Kini konsep filosofi Tailor Men diharapkan bisa diterapkan personel kepolisian khusuanya mereka yang berada di garis depan pasukan anti huru hara.
Kepolisian di sejumlah daerah kini juga mulai mengevaluasi standar pengamanan mereka dalam menangani massa.
Jakarta menjadi daerah yang paling sering menangani massa kini juga mulai melakukan evaluasi dan menerapkan konsep filosofi Tailor Men.
"Selalu saya sampaikan filosofi tailor men, filosofi bagaimana kita menjahit baju, bahwa setiap orang memiliki ukuran yang berbeda, oleh sebab itu setiap langkah pengamanan menyesuaikan dengan ukuran, karakteristik dari penggunanya, dari situasi," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memimpin apel gelar pasukan pengamanan The 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit (P20), Selasa (4/10/2022).
Pihaknya saat ini tengah menyiapkan pasukannya untuk pengamanan pertemuan internasional tersebut.
Guna mengantisipasi seperti adanya aksi demonstrasi maupun aksi massa lainnya kini para personel kepolisian dikumpulkan untuk diberikan penjelasan soal pengamanan.
Perwira bintang dua ini meminta seluruh pasukannya dalam melaksanakan tugasnya berkaca dari Tragedi Kanjuruhan yang menewakan 125 orang.
Tragedi memilukan usai laga Arema vs Persebaya Surabaya ini menjadi perhatian dunia.
Aparat kepolisian kini dituntut untuk lebih profesional dan humanis dalam menangani massa.
"Berkaca pada peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa timur memberikan kita turning points untuk melakukan evaluasi terhadap standar sistem pengamanan kita," kata Fadil.
Atas hal itu, Fadil mengingatkan seluruh anggota untuk mempedomani Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Tindakan Kepolisian.
Apalagi, mereka ditugaskan untuk melakukan pengamanan di ajang internasional.
Setiap langkah atau tindakan diharapkan mengedepankan langkah-langkah pencegahan. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial