Suara Denpasar - Dedi Mulyadi banyak memiliki fans di Desa Dunguswiru, Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut.
Ini tak lepas dari ketulusan mantan bupati Purwakarta itu membantu Ramdani. Bocah usia sepuluh tahun sejak usia dua tahun ditinggal pergi orang tuanya.
Kebetulan, dalam video kali ini Kang Dedi ada acara di sekitar Garut dan mampir untuk melihat kondisi Ramdani.
"Yaz kebetulan ada di Garut sekarang jemput yang kemarin (Ramdani). Kebetulan ada pernikahan," kata Kang Dedi dalam channel Youtubenya dilansir denpasar.suara.com, Selasa 11 Oktober 2020.
"Ramdan, kamu kemarin nggak mau nginep. Sekarang senyum nginep. Betah ya"tanya Kang Dedi yang mendapat anggukan Ramdani. "Diajak ke warung," sambung neneknya yang bernama Elis.
Pencarian ayah Ramdani memang begitu berat dan menguras tenaga. Kang Dedi harus menelusuri ke beberapa tempat dan beruntung mendapatkan data di KUA.
Mengingat, ibu Ramdani juga tidak tahu alamat pasti pria yang dia nikahi. Di KUA diketahui nama asli bapak Ramdani, yakni Budi Ahmad Zakaria yang menikahi sang ibu, Isoh Nuryani pada tahun 2010.
Jadi, saat tiba di rumah sang ayah. Ramdani juga belum bertemu sang ayah karena berada di Kalimantan, sejak empat tahun silam.
Zakaria berkerja sebagai tukang dan baru saja jatuh dari steger yang membuat kakinya patah. Menurut Elis, sang anak sudah menikah empat kali dan memiliki delapan cucu.
Sebagian besar dari mereka memang tidak sempat bertemu sang ayah karena kesibukannya bekerja di luar daerah. Istrinya ada dari Garut, Purwakarta, dan daerah lain.
"Ngurusin perempuan mah tidak ada puasnya," celetuk Kang Dedi yang disambut tawa warga yang berkerumun di rumah Zakaria. ***
Tag
Berita Terkait
-
Sebelum Digugat Cerai, Kang Dedi Mulyadi Kandidat Terkuat Gubernur Jabar setelah Ridwan Kamil, Bagaimana Sekarang?
-
Kang Dedi Mulyadi Tebak Suasana Hati Perempuan Muda Ini, Sampai Pengacara yang Bela Rizky Billar Dituding Bohong
-
Kang Dedi Mulyadi Datangi Cewek Warung Kopi Plus-Plus, Ditinggal Suami Selingkuh
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel