Suara Denpasar-Setelah keputusan Lesti Kejora mencabut laporan KDRT terhadap sang suami, Rizky Billar tak sedikit netizen yang menyayangkan keputusannya itu. Bahkan karena kecewa mendalam, banyak netizen yang membuat Tagar boikot Lesti Kejora dan Rizky Billar dari televisi.
Namun apakah tagar dan desakan dari warganet itu disanggupi oleh KPI?. Padahal sejumlah netizen membanjiri salah satu postingakn akun isntagram resmi @kpipusat.
Tak sedikit pula netizen yang menganggap jika Lesti Kejora dan Rizky Billar hanya mencari keuntungan semata dari kasus itu.
Terkait desakan itu, Nuning Rodiyah selaku Komisioner KPI angkat bicara. Dikatakannya bahwa pihaknya memang mengetahui adanya desakan dari netizen tersebut.
“Di sosial media KPI dua hari terakhir sudah banyak sekali masukan dari publik, harapan dari publik berkaitan dengan public figure yang hari ini sedang viral dibincangkan berkaitan dengan KDRT,” kata Nuning Rodiyah seperti dikutip dari YouTube Intens Investigasi, pada Selasa (18//10/2022).
Menurut dia, KPI memang tegas untuk memboikot pelaku KDRT dari dunia penyiaran seperti televisi dan radio.
Sehingga terkait dengan desakan para warnaget yang meminta Lesti Kejora diboikot juga dari televisi dan radio harus dipertimbangkan terlebih dahulu.
Apalagi, selain banyak yang meminta Lesti Kejora diboikot, ada juga warganet yang menganggap Lesti Kejora masih di hati mereka.
“Hari ini yang masuk memang lebih dari 20 ribu komentar di KPI yang isinya ada dua hal, yang pertama isinya boikot Lesti Billar, yang selanjutnya Lesti selalu di hati,” ujarnya.
Lanjut Nuning, segala kebijakan dan keputusan terkait diboikotnya pelaku KDRT di stasiun TV dan radio sendiri mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), serta Undang-Undang Penyiaran yang berlaku.
"Glorifikasi pelaku KDRT tidak ditoleransi, edukasi penguatan koban menjadi keharusan. Maka, konten-konten siaran yang mengarah pada upaya penghapusan KDRT dan upaya penguatan korban KDRT," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN