Suara Denpasar- Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menjawab pertanyaan soal desakan mundur yang banyak diserukan oleh pubik Tanah Air.
Melaui Ahmad Riyadh yang menjadi juru Ketua PSSI mengatakan, tanpa desakan pria yang biasa disapa Iwan Bule ini juga akan mundur dengan sendirinya.
Namun bukan tahun ini, lantaran harus terikat dengan aturan yang ada di PSSI.
Termasuk juga dengan rekomendasi dari tim independen pencari fakta tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 agar melakukan konfrensi luar biasa (KLB).
KLB kata si pria yang menjabat ketua PSSI Jatim ini bisa dilakukan jika ada penetapan dari anggota PSSI.
Jika anggota meminta, sesuai statuta yang ada, KLB bisa terlaksana.
"Pihak luar, tidak bisa serta merta menjadikan KLB. Ada proses yang harus dilalui," katanya dilansir dari suarajatim, Jumat (21/10).
Karena itulah ketua PSSI menegaskan desakan mundur bisa dilakukan berdasarkan rekomendasi.
Namun, tanpa permintaan itu, November 2023 mendatang, kepengurusan PSSI saat ini juga telah habis masa jabatannya.
Baca Juga: Bos Persis Solo Kaesang Pangarep Kirim Meme Sindiran ke PSSI: Gua Sudah Muak
Sehingga, tiga bulan sebelumnya ketua dan wakil harus mundur dari jabatannya.
"Jadi, walau tidak didesak juga, akan mundur dengan sendirinya kok," tegasnya.
Iwan Bule kemarin menghadiri pemeriksaan kapasitasnya sebagai saksi. Dia dicecar dengan 45 pertanyaan oleh penyidik.
"Alhamdulillah telah selesai pemeriksaan. Mohon maaf, pemanggilan pertama tidak bisa hadir. Karena ada kegiatan di Kuala Lumpur dan rapat di Aceh," kata Iwan Bule ditemui di depan gedung Ditreskrimum Polda Jatim.
Ahmad Riyadh yang menjadi juru bicara Iwan Bule menjelaskan, pertanyaan penyidik seputaran peran PSSI, tugas pokok sampai pada cara memprogram jadwal pertandingan. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Bupati Bogor: Tidak Ada Ruang Bagi Narkoba, Sikat Hingga ke Akar!
-
Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering
-
1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend, Tak Daftar SLHS dan Tanpa IPAL
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Cilandak, Senjata Tajam Disembunyikan di Cirendeu
-
20 Tahun Berkarya, Maudy Ayunda Ungkap Momen Emosional saat Casting Pertama
-
Penolakan Menguat, Gus Ipul Dinilai Tak Netral Pimpin Muktamar NU
-
Pamitan ke Kakek Nenek, Polosnya Si Cucu Bilang 'Jangan Meninggal Dulu Ya'