Suara Denpasar - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi kini sedang menghadapi gugatan cerai yang dilayangkan sang istri yang kini menjabat Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika.
Dalam sebuah sidang di Pengadilan Agama (PA) Purwakarta, Jawa Barat. Sempat terekam moment di mana Neng Anne, panggilan akrab Anne Ratna Mustika sedang sibuk memainkan handphone ketika Kang Dedi menjulurkan tangan untuk salaman.
Sontak kesan canggung yang terekam membuat beberapa fans garis keras Kang Dedi sewot. "Gak perlu pak ulurkan tangan pada perempuan gak punya akhlak pak Dedi kan masih suaminya.memangnya dia siapa? bupati.?
SDH gak punya akhlak.sombong.angkuh dia pikir kalau Sudah cerai pak gak bisa apa apa? Salah ABG belasan tahun pak Dedi bisa dapatkan, lupakan aja perempuan yang hampir menopose entar lagi SDH setengah abad.semua sudah KENDOR pak.kejar paknABG yang menunggu pak Dedi oke ceria pak," saran @Agnes Yohana dalam kanal YouTube @Juragan77 seperti dikutip denpasar.suara.com.
Lain lagi dengan @Akmal Latief. "KDM orang beradab.orang yang berbudi luhur.makanya KDM mengulurkan tangan duluan.inilah bentuk orang beradab dan berbudi luhur."
"Anggap saja jodohnya sampai di situ, semoga sehat selalu buat bpk dedi mulyadi.....orang baik dpt nya yg lebih baik walaupun di dunia tdk dpt jodoh nnt di akhiratbdpt bidadari surga..." sambung @Sri Wandani.
Memang banyak warganet yang merespons sikap Neng Anne yang terlihat canggung ketika bersalaman dengan Kang Dedi.
Selain terkesan asal, juga tidak ada istilah cium tangan padahal mereka masih sepasang suami istri.
Di bagian lain Kang Dedi menyatakan bahwa niatnya menjabat tangan Neng Anne adalah sebagai bentuk penghormatan.
Baca Juga: Kaget, Ini Mantan Pacar Lucinta Luna dan Nathalie Holscher, Orang yang Sama, Ciri-cirinya Terkuak
"Kita berdiri lebih baik, daripada sering selalu dihormati. Kita mengulurkan tangan lebih baik, daripada selalu diberi uluran tangan. Jadi tak akan rugi kita melakukan sesuatu yang terhormat.
Sekali lagi tak ada ruginya jika kita tetap menghormati, tak ada ruginya kita mengulurkan tangan pada siapapun meski yang diulurkan berat hati menerimanya," demikian kata mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut di kanal Youtubenya.
Tag
Berita Terkait
-
Konten Dewasa, Kang Dedi Mulyadi Diberi Racikan Kuat di Ranjang, 'Saya Pasangannya Gak Ada Pak'
-
Kesedihan Kang Dedi Mulyadi di Detik-detik Putusan Perceraian dengan Anne Ratna, Bicara Soal Hati
-
Pengelolaan Sampah Ini Disebut Insiatif Bupati Purwakarta Anne Ratna, Pengelola TPS Liar Diperingatkan Urus Izinnya
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Malam Berat Emil Audero saat Cremonese Dibantai 1-4 oleh Fiorentina
-
Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 20 Maret 2026, Umat Diminta Jaga Toleransi dengan Perayaan Nyepi
-
Soundtrack Film Tunggu Aku Sukses Nanti Jadi Sorotan, dari Perunggu hingga Hindia ft. RAN
-
Dilan: ITB 1997 Tuai Kritik, Ariel NOAH dan Raline Shah Dianggap Terlalu Dewasa
-
Jelang Libur Lebaran, IHSG Dibuka Mulai Bangkit
-
Kamera Oppo Find X9 Ultra Diklaim Mampu Ungguli HP Flagship Samsung
-
Bocoran Fitur dan Harga POCO X8 Pro Iron Man Edition, Pakai UI Khusus
-
BMKG Waspadai Potensi Hujan Petir di Palembang dan Hujan Sedang di Sejumlah Wilayah
-
Apple Watch Diduga Terlalu Panas hingga Bakar Kulit Pengguna, Tinggalkan Bekas Luka Permanen
-
KemBALIkeSENI: Cara Victoria Kosasie membalas Bali Lewat Karya dan Ruang