Suara Denpasar- Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika membuat terobosan dengan memberikan kewenangan pengelolaan sampah secara mandiri.
Dengan demikian sampah bisa ditangani sejak di sumber pertama seperti dari rumah tangga.
Namun masih ada sejumlah pengelola tempat penampungan sampah sementara (TPS) yang tidak mengurus perizinannya.
Keberadaan tempat penampungan sampah sementara (TPS) yang tak berizin atau liar segera diminta untuk mengurus izinnya.
Keberadaan TPS ini disebut liar atau TPS ilegal jika si pengelola tidak mengurus perizinannya ke Pemkab Purwakarta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Deden Guntari mengatakan pihaknya sedang gencar mensosialisasikan pengelolaan sampah secara mandiri.
Hal ini sesuai dengan program yang digencarkan Bupati Purwakarta Anne Ratna soal pengelolaan sampah secara mandiri oleh warga.
"Program kami prioritas untuk edukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah mandiri yang merupakan inspirasi ibu bupati," kata Deden Guntari dilansir dari laman resmi Pemkab Purwakarta, dikutip pada Rabu (2/11).
Pihaknya terus berkoordinasi dengan desa agar dalam penanganan sampah secara mandiri oleh Desa tidak menimbulkan masalah di lingkungan.
Baca Juga: Harta Kekayaan Bupati Anne Ratna Mustika Naik Hampir Rp4 Miliar Sejak Dilantik 2018 Silam
"Sampah tersebut perlu ditangani, dan bila sampah tersebut sudah terjadi penumpukan, artinya proses perizinan pun harus ditempuh, supaya tidak sampai dikatakan TPS ilegal," jelasnya.
Deden berharap pengelola sampah di desa melaporkan kepada Dinas Lingkungan untuk menentukan langkah langkah bagaimana cara pengelolaan sampah secara benar
Untuk tumpukan sampah di Desa Sawit, Deden Menjelaskan, sedang dalam diproses, baik untuk clean up ataupun dalam hal perizinannya.
Sebelumnya dalam beberapa kesempatan Dedi Mulyadi atau biasa dipanggil Kang Dedi memberikan kritik keras atas tumpukan sampah.
Dalam beberapa kesempatan Kang Dedi mengunggah soal penumpukan sampah dan meminta tanggung jawab pemerintah untuk membersihkannya.
Terlebih kata suami dari Anna Ratna ini warga sudah membayar kebersihan, termasuk pajak juga. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
Pemburu Diskon Merapat! Promo Alfamart Siap Santap Hemat Mantap, Sosis dan Bakso Murah
-
Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?
-
Tangan Diborgol, Arinal Djunaidi Tertunduk Digelandang ke Bui