/
Kamis, 03 November 2022 | 09:16 WIB
KDM Channel

Suara Denpasar Dedi Mulyadi terkejut saat berkunjung ke sebuah rumah di pinggir jalan yang penghuninya hanya makan nasi dicampur dengan penyedap saja.

Bahkan uang di kantong si penghuni hanya menyisakan Rp500 perak saja, sedangkan kebutuhan untuk beli gas LPG saat itu sudah habis.

Kondisi ini membuat anggota DPR RI yang disapa Kang Dedi ini seakan tidak percaya dengan apa yang ditemuinya.

Kang Dedi lalu menginspeksi kondisi dapurnya, suami dari Anne Ratna yang merupakan Bupati Purwakarta ini membuka satu persatu perabot dapur.

Benar saja, pengakuan seorang ibu pemilik rumah ini terbukti, kompor tidak bisa menyala karena gasnya habis.

Meja makan hanya berisi nasi saja dengan campuran air, tidak ada pendamping nasi seperti sayur dan ikan.

Kang Dedi juga membuka-buka perabot dan tidak menemukan makanan apapun.

Kondisi ini ia temukan di sebuah pemukiman di jalan tol Cipularang (Jakarta Cikampek II) di Desa Cigelam, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta, Jabar. 

Temuan ini pun diunggah oleh Kang Dedi Mulyadi yang saat ini menjadi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini.

Baca Juga: Ini Sosok Papah Sayang! Cinta Lama Belum Kelar Nathalie Holscher, Ternyata Seorang.....

Keluarga yang ditemui ini mengaku pindahan dari Desa Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, dan menempati tanah milik Jasa Marga sejak tahun 2011.

Lalu apa penyebab keluarga ini tidak bisa membeli lauk, bahkan kondisi ini sudah terjadi berminggu-minggu? 

Usut punya usut sumber pendapatan dari keluarga ini berasal dari suami s ibu tersebut yang jualan es di pasar-pasar malam.

Hanya saja begitu masuk musim penghujan, jualannya turun drastis, bahkan tanpa pendapatan.

Praktis selama dua pekan ini keluarga tersebut hanya makan nasi dicampur garam, atau diselingi makan nasi dicampur penyedap rasa.

"Kadang-kadang makan nasi pakai garam, kadang-kadang pakai masako," cerita ibu ini kepada Kang Dedi.

Seolah tak percaya dengan kondisi ini, mantan bupati dua periode ini menyebut sangat mustahil di era sekarang masih ada keluarga yang makan nasi pakai garam saja.

"Jadi zaman sekarang masih ada orang makan nasi sama garam? " tanya dia.

"Ya mau gimana lagi, kan malu dari pada minta-minta ke orang," jawabnya.

Seolah ingin mendapatkan penekanan jawaban itu, Kang Dedi Mulyadi mengulangi lagi pernyataannya.

"Di zaman sekarang masih ada orang makan nasi cuma pakai garam," kata Kang Dedi.

Kang Dedi kembali mengecek dapur dan tidak ada ditemukan makanan selain nasi saja.

Kang Dedi juga bertanya berapa punya uang untuk belanja hari ini.

Ibu ini menjawab hanya punya uang Rp500 perak saja. Si ibu ini kemudian menunjukkan uang pecahan koin Rp500 kepada Kang Dedi.

Kang Dedi lalu menyarankan untuk memaksimalkan apa yang ada, misalnya mencari kayu bakar untuk pengganti gas LPG.

Di akhir kunjungannya itu dia memberikan sejumlah uang untuk dipakai belanja harian, seperti telor, mie, beras dan kebutuhan pokok lainnya. ***

Load More