Suara Denpasar - Tiga Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) terpilih di Kabupaten Bondowoso disinyalir anggota Partai Golongan Karya (Golkar) wilayah setempat.
Dugaan ini mencuat usai namanya ada yang muncul dalam susunan kepengurusan DPD Golkar setempat, serta tercantum dalam undangan kegiatan resmi partai mewakili unsur kecamatan.
Sementara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bondowoso memilih bungkam saat berusaha dikonfirmasi, Sabtu (5/11/2022).
Ketiga Panwascam yang diduga merupakan anggota Partai Golkar Bondowoso adalah Sunita dari Kecamatan Taman Krocok, Erfan Bahtiar dari Curahdami dan Sofil Mubarot dari Tlogosari.
Untuk Sunita, namanya muncul dalam draft surat keputusan tentang susunan kepengurusan DPD Partai Golkar dengan nomor:SKEP.99/DPD I/PG/VI/2022.
Dia menempati jabatan sebagai Anggota Bagian Pemberdayaan Perempuan di DPD Partai Golkar yang ditetapkan di Surabaya, 13 Juni 2022 lalu.
Sementara Erfan Bahtiar dan Sofil Mubarat namanya tercantum dalam undangan sosialisasi literasi keuangan oleh OJK Jember kepada anggota Partai Golkar.
Keduanya datang mewakili unsur kecamatan yakni Curahdami dan Tlogosari.
Padahal penyelenggara pemilu termasuk Panwascam, wajib bersih dari unsur partai politik, demi menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2024 mendatang.
"Anehnya, Bawaslu Kabupaten Bondowoso meloloskan oknum pengurus partai Golkar di tiga besar. Saya menduga ada indikasi permainan," tuduh Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Andi Hermanto kepada Denpasar.Suara.com, Sabtu (5/11/2022) malam.
Ia pun mempertanyakan alasan Bawaslu Kabupaten Bondowoso meloloskan ketiga orang diduga anggota Partai Golkar ini sebagai Panwascam.
"Apakah ini memang disengaja atau ada motif lain dari Bawaslu Bondowoso, sehingga meloloskan kader partai," sergahnya.
Andi Hermanto menilai bahwa sebelum meloloskan orang sebagai Panwascam terpilih, maka harus melalui seleksi yang ketat, termasuk latar belakang yang bersangkutan.
"Kalau kemudian ada kader partai diloloskan oleh Bawaslu menjadi Paswancam, maka Komisioner Bawaslu Bondowoso ini perlu dipertanyakan independensinya. Bawaslu Provinsi dan Pusat harus tahu ini," tegas Andi.
Jika benar bahwa ketiganya merupakan pengurus Partai Golkar, maka Andi menilai bahwa ini menjadi awal preseden buruk bagi penyelenggaraan pemilu di Bondowoso.
Berita Terkait
-
Anak Sulung Dedi Mulyadi Sempat Frustasi Tak Masuk Akpol, Kini Jadi Ketua DPD II Partai Golkar, Next Bupati Purwakarta?
-
Terkuak! Kang Dedi Bahas Kisah Hidup Maula Akbar, Anak dari Istri Pertama, Bukan Anak Ambu Anne?
-
Kang Dedi Geleng-geleng! Modal Gubuk Cinta, The Real Gladiator Layani 88 Istri sampai Subuh
-
Kang Dedi Kesel, Tiga Anak Pemulung Tak Sekolah: Ngapain Buat Anak Kalau Tidak Tanggung Jawab
-
Golkar dan PAN Terancam Pecah Kongsi, Zulhas Ingin Usung Ganjar-Ridwan Kamil di Pilpres 2024
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan