"Mas nanti lurus aja ikutin nanti diarahkan, minta tolong semua protokol ambulans dan sirine dimatikan," kata Ahmad Syahrul meniru obrolannya dengan seorang anggota provost kala itu.
4. Banyak Orang di TKP
Syahrul semakin dibuat terkejut ketika ia memasuki rumah dinas Ferdy Sambo. Menurutnya banyak orang berada di sana sembari membawa kamera.
"Sampai di dalam rumah saya kaget karena ramai dan banyak juga kamera," terang Syahrul.
Ia yang tak mengerti lantas memilih untuk terus berjalan mengikuti garis polisi ke dalam rumah Ferdy Sambo.
5. Temukan Jenazah Dibiarkan di Bawah Tangga
Syahrul yang tak mengerti hanya mengikuti jalur dengan police line hingga akhirnya ia kembali dibuat terkejut melihat sesosok jenazah di bawah tangga depan kamar mandi.
"Saya ikuti police line. Lalu saya terkejut di samping tangga ada jenazah," terang Syahrul.
Kepada Majelis Hakim dan Jaksa, Syahrul menceritakan bagaimana kondisi jenazah Brigadir J kala itu.
Syahrul mengatakan bahwa jenazah Brigadir J tampak masih tergeletak bersimbah darah dan belum dibersihkan atau dimasukkan ke dalam kantong jenazah.
"Belum (dimasukkan kantong jenazah) yang mulia. Masih tergeletak berlumuran darah," ungkapnya lagi.
6. Sempa Diminta Periksa Denyut Nadi Brigadir J
Ketika berada di dekat jenazah, seorang anggota kepolisian tiba-tiba meminta kepada Syahrul agar ia memeriksa denyut nadi jenazah Brigadir J.
Meski tampak aneh karena jenazah sudah bersimbah darah tak bernyawa, ia tetap menuruti untuk memeriksa denyut nadi Brigadir J.
"Saya disuruh salah satu anggota untuk cek nadinya. Saya cek udah tidak ada nadinya," terang Syahrul.
7. Jenazah Brigadir J Bolong
Syahrul menjadi sosok orang di luar anggota kepolisian yang menyaksikan bahwa betul jenazah Brigadir J memiliki lubang atau bolong.
Dari pernyataan saksi dan penyelidikan kemudian lubang pada tubuh Brigadir J ini diketahui adalah bekas luka akibat tembakan peluru.
"Iya yang mulia dan wajahnya ditutupi masker yang mulia. Dada yang mulia, luka tembak bolong," terang Syahrul.(*)
Berita Terkait
-
'Jeder', Brigadir J Banting Pintu dengan Muka Marah, Kesaksian ART Susi Pergoki Almarhum di Rumah Magelang
-
Detik-detik Susi Cium Tangan Terdakwa Pembunuh Brigadir Joshua, Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo
-
Populer: Putra Kang Dedi Mulyadi Tinggal di Rumah Petak hingga Komunitas Pendukung Ferdy Sambo
-
Muncul Komunitas Pendukung Ferdy Sambo di TikTok, Warganet: Sebenarnya Pak Sambo Ini Orang...
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan