Suara Denpasar - Surat Dakwaan Nikita Mirzani sudah rampung. Sidang pun akan digelar pada Senin depan (14/11/2022) di Pengadilan Negeri Serang. Namun, sebelum sidang, surat dakwaan tersebut justru sudah bocor ke publik. Apa isinya?
Dalam surat dakwaan yang ditandatangani lima Penuntut Umum tersebut mengungkap kasus ini bermula dari terdakwa Nikita Mirzani yang berawal dari rasa tidak senang terhadap adanya pihak yang telah menggangu kehidupan pribadi terdakwa.
Yakni berupa tuduhan yang seolah-olah terdakwa memiliki hubungan berpacaran dengan suami Nindy Ayunda. Gangguan tersebut juga berupa pengiriman karangan bunga yang mengatasnamakan Askara Parasady Harsono yang merupakan suami dari Nindy Ayunda.
Sehingga atas isu tersebut mengakibatkan ada pihak yang mencoret-coret pagar rumah terdakwa. Bahwa dalam keadaan yang sedemikian terdakwa ada melihat pemberitaan di media online tentang kasus pemukulan kepada Security di daerah Kemang yang dilakukan oleh saksi Mahendra Dito.
Selanjutnya timbul niat terdakwa untuk menyampaikan kepada masyarakat (publik) perihal peristiwa tersebut. Dan dengan memamnfaatkan ketenarannya sebagai public figur, terdakwa mengimbau kepada kepolisian haru adil.
"Terdakwa secara tanpa hak dan melawan hukum dan tanpa seizin atau sepengetahuan saksi Mahendra Dito mulai mencari foto-foto saksi Mahendra Dito di Internet" tulis dalam dakwaan yang diterima denpasar.suara.com pada Jumat (11/11/2022).
Setelah mendapatkan hal tersebut, terdakwa kemudian menyebarkan melalui akun instagramnya dengan menulis caption yang membuat saksi Mahendra Dito tampak tak terima.
"Namanya Dito Mahendra, oh ini yang lagi viral di berita online menganiaya security, Abang Propam jangan mau percaya omogan yang omong banyak juga menipu dan PHP juga pada para senior"
Begitu tulisan lengkap salah satu caption yang ditulis oleh Nikita Mirzani. Sehingga Mahendra Dito merasa dirugikan dan nama baiknya dicemarkan. Ia pun memilih untuk melaporkan ke pihak kepolisian.
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Gantikan Sopir Angkot Cari Penumpang, Suruh Pulang Agar Bisa Temani Istri
Selain itu, secara materiil, Mahendra Dito juga dirugikan karena gagal jualan sepatu seharga Rp. 17.500.000 ribu karena postingan Nikita Mirzani tersebut. (*)
Berita Terkait
-
Penyakit Nikita Mirzani Kambuh Saat di Sel Tahanan Hingga Masuk Rumah Sakit, Lolly Minta Keadilan Untuk Ibunya: Saya Cuma Mau...
-
Nikita Mirzani Masuk Rumah Sakit, Lolly Minta Keadilan Untuk Ibunya: Saya Cuma Mau...
-
Jadwal Sidang Turun, Masa Penahanan Nikita Mirzani Diperpanjang, Begini Kelakuan Anak-anaknya
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'
-
Guru Hebat Tak Cukup, Pendidikan Anak Dimulai dari Rumah
-
Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?
-
Klasemen Piala Dunia 2026: Siapa Saja Juara Grup?
-
Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM
-
Sinopsis Avatar: The Last Airbender 2, Upaya Aang Cs hingga ke Ba Sing Se
-
Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287 Warga Asing
-
Intip Statistiknya! Belanda Pecahkan Rekor Penguasaan Bola di Piala Dunia 2026
-
Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!
-
Belanja Daerah Bali Masih di Bawah 30 Persen, DJPb: Tolong Belanja Dipercepat