Suara Denpasar – Kisah asmara antara Kang Dedi Mulyadi dengan istri pertamanya, Sri Mulyawati diungkap kawan karibnya. Kisah cinta Kang Dedi dan Teh Sri berawal ketika keduanya sama-sama menjadi aktivis HMI.
Kang Dedi Mulyadi memang menjadi pendiri sekaligus ketua HMI Cabang Purwakarta. Pada saat itu, Sri Mulyawati sebagai bendahara. Percintaan mereka pun berawal ketika bertemu di organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia ini.
Saepul Bahri alias Om Zein, salah satu kawan karib Kang Dedi Mulyadi dan Sri Mulyawati pun mengungkap kisah cinta mereka yang berawal di sekretariat. Om Zein bukan orang asing bagi Kang Dedi dan Teh Sri. Sebab, Om Zein juga sempat menjabat sebagai sekretaris HMI Cabang Purwakarta.
Dia menjadi salah satu saksi mata percintaan Kang Dedi dan Teh Sri jauh sebelum Kang Dedi Mulyadi menikahi Anne Ratna Mustika paada 2003. Pernikahan Kang Dedi dengan Teh Sri diperkirakan pada awal tahun 1999.
Jauh sebelum mereka menjadi sepasang suami istri, Kang Dedi bertemu dengan Teh Sri karena sama-sama di HMI Cabang Purwakarta. Om Zein pun menjelaskan, itu diperkirakan sekitar tahun 1990-an awal.
OOm Zein menjelaskan, saat Kang Dedi jadi ketua HMI Cabang Purwakarta, banyak pengurus perempuan yang naksir kepadanya. Namun, Om Zein mengaku curiga bahwa Kang Dedi Mulyadi justru dekat dengan Sri Mulyawati. Awalnya dia berpikir itu wajar karena hubungan ketua dan bendahara HMI Cabang.
“Saya pikir ini kenapa (Kang Dedi) ini deketnya sama mamannya A Ula aja nih. Kayak kakak beradik,” kata Om Zein.
A Ula adalah panggilan bagi Maula Akbar, anak dari Kang Dedi Mulyadi dan Sri Mulyawati. Om Zein pun mengisahkan cerita ini kepada Maula Akbar melaui kanal Youtube Maula Akbar.
Meski melihat hal yang wajar antara ketua dan bendahara, makin lama Om Zein curiga. Setelah sekian lama dia baru mengetahui bahwa Kang Dedi dan Sri Wulyawati berpacaran.
“Rupanya pacaran. Kelihatan kan dari gesturnya juga orang yang pacaran kagak pacarana,” jelas Om Zein.
Meski berpacaran, namun gaya pacarana zaman dulu berbeda. Apalagi Kang Dedi dan Sri Mulyawati sama-sama tinggal di sekretariat HMI Cabang Purwakarta, bersama dengan sejumlah pengurus dan kader lainnya. Termasuk Om Zein sendiri tiinggal di sekretariat.
Karena keduanya sama-sama aktivis, pacarana mereka bukan bermadu kasih di sekretariat. Mereka berpacaran justru ketika ada kegiatan-kegiatan HMI. Seperti seminar, diskusi, atau kegiatan latihan kader.
“Kedua-duanya kan aktivis pergerakan. Pacaran zaman Orde Baru. Beda keindahannya,” terangnya.
Gaya berpacaran mereka juga tidak ada apel, misalnya yang laki-laki datang ke kos yang perempuan. Apalagi, Kang Dedi memang tinggal dengan Sri Mulyawati di sekretariat bersama kader lainnya.
“Pacaran seorang aktivis itu ya tidak seperti pacaran orang yang bukan aktivis. Indahnya itu ketika dia bareng-bareng melakukan sebuah acara kegiatan dilakukan secara bersama terus sukses acaranya itu udah luar biasa itu. Ngadain kegiatan sambil pacaran dan itu yang dilakukan oleh Kang Dedi sama mamahnya A Ula,” papar dia.
Masa-masa pacaran hingga menikah antara Kang Dedi Mulyadi dan Sri Mulyawati berlangsung dengan prihatin. Setelah menikah mereka mengontrak rumah. Kang Dedi belum jadi apa-apa. Kang Dedi baru jadi anggota DPRD Purwakarta pada Agustus 1999. Sedangkan Sri Mulyawati melahirkan Maula Akbar pada 4 November 1999. Tiga bulan kemudian Sri Mulyawati meninggal dunia karena kanker rahim.
Setelah menduda selama tiga tahun, Kang Dedi Mulyadi menikahi Anne Ratna Mustika pada 2003. Dari perkawinan dengan Anne Ratna dikaruniai dua anak, Yudistira Manunggaling Rahmaniing Hurip (De Tira) dan Hyang Sukma Ayu Mulyadi Putri (Nyi Hyang). (*)
Tag
Berita Terkait
-
Bahagianya Kang Dedi Mulyadi Bisa Main Bareng dengan Sang Putri, Maula Akbar Ikut-ikutan Dikerjai
-
Ternyata saat Muda Kang Dedi Mulyadi Banyak Ditaksir Cewek Cantik, Kala Duda Juga Banyak Cewek Mendekat
-
Kisah Inspiratif Fiki Andriki, Masih Muda Jadi Juragan Telur, Berawal Ngecer 1 Kg ke Tetangga
-
Sosok Anne Ratna Mustika Sebelum Jadi Istri Dedi Mulyadi, Ternyata Pernah Juara Mojang Purwakarta
-
Diolok Kang Dedi Mulyadi, Wabup Purwakarta Balas Mengolok: 'Yang Penting Gak Digugat Cerai'
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Live Action Terbaru Junji Ito Mulai Tayang Juli, IVE dan 10CM Isi Lagu Tema
-
Bukan Hanya Diskon, Belanja saat Lapar Juga Bisa Membuat Kita Jadi Impulsif
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa