Suara Denpasar- Dedi Mulyadi menepis anggapan jika dirinya memiliki banyak uang sampai bermiliar-milar di deposito ataupun tabungan.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi ini menyebut manajemen uangnya tidak seperti pejabat pada umumnya yang memiliki banyak deposito.
Meski sudah menjabat sebagai Bupati Purwakarta sampai dua periode dan kini menjabat sebagai anggota DPR RI dia mengaku jika pernah mengalami kondisi uang sampai Rp700 ribu.
"Saya beda dengan orang lain, mungkin banyak yang menyangka uang saya banyak milir-milaran, kalau aset di LHKPN (Laporan harta kekayaan penyelenggara negara) sudah terdaftar, tapi kalau duit ini yang salah," jelasnya seperti yang dia unggah di akun youtube pribadinya Kang Dedi Mulyadi (KDM) Channel, dikutip pada Minggu (13/11).
Dia lalu menceritakan bagaimana dia mengatur keuangannya dari pendapatannya selama ini.
"Tahu gak manegemen duit saya, saya ada nih, terus sekarang ada itu pasti sekarang ini siang ini banyak orang yang butuh, terus saya pasti bantu, besoknya pasti gak punya lagi," jelasnya.
Namun demikian setiap hari dia mengaku selalu ada uang meskipun itu besarannya di bawah Rp10 juta.
"Tapi ya selalu ada kalau hanya Rp 5, Rp 10 juta ada tiap hari, saya bukan tipe pejabat yang punya deposito tabunan miliaran bisa dilihat uang saya ada Rp100 (juta) nanti keluar keluar keluar tinggal Rp5 juta bahkan tinggal Rp700 ribu, apakah uang saya tinggal Rp700 ribu saya jadi takut tidak, tidak takut," jelasnya dikutip pada Minggu (13/11/2022).
Selama ini di akun KDM Channel Kang Dedi selalu membagi-bagikan uang kepada masyarakat.
Baca Juga: 5 Bisnis Jessica Iskandar Bangkrut? Benarkah Gara-Gara Masalah Kasus Dugaan Penipuan Mobil Rental
Dia setiap hari mendapatkan aduan dari berbagai warga, dan setiap kunjungannya dia selalu memberikan uang.
"Setiap rizeki yang dikeluarkan untuk kebaikan akan menambah kebaikan," jelanya.
Namun untuk semua kebutuhan untuk anak-anaknya sudah terjamin, bahkan sampai untuk kuliah S3 sekalipun kata dia masih ada.
"Misal saya ngasih uang bagi mereka (Maula Akbar) Rp1 juta ada artinya gak? Dipakai nongkrong minum kopi habis, tapi kalau ngasih Rp1 juta sama warga yang hari ini punya utang beras di warung akan bermakna sekali," jelasnya.
"Jadi kebutuhan keluarga kita tidak kekurangan bahkan lebih, masak kita masih harus berpikir untuk diri kita sendiri," jelasnya.
Data harta kekayaan Dedi Mulyadi yang dilaporkan LHKPN per 31 Desember 2021 adalah Rp 7.814.659.003.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan