Suara Denpasar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar festival Mal Pelayanan Publik (MPP) di area Pusat Pemerintah (Puspem) Badung, Bali.
Tercatat, 32 booth pelayanan publik yang siap digunakan untuk melayani masyarakat selama dua hari festival pada 24-25 November 2022.
Mal Pelayanan Publik ini juga menjadi ajang sosialisasi antikorupsi berikut pencegahannya kepada masyarakat.
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan, festival Mal Pelayanan Publik merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Road to Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia 2022 yang dilaksanakan di Pulau Dewata.
Mal Pelayanan Publik ini yang beroperasi setiap hari senin sampai Kamis mulai pkl 8.30-15.30 WITA dan hari Jumat mulai pukul 8.00-11.30 WITA, itu memberikan fakta dan mempromosikan bahwa pelayanan kepada publik harus terbuka, cepat, dan transparan.
“Kebudayaan antikorupsi ketika diimplementasikan dalam layanan publik, itu rakyatnya senang, pembangunannya maju, dan iklim usahanya bagus.
Maka, jika layanan publik baik, prorakyat, dan berintegritas akan dapat menumbuhkan perekonomian,” papar dia kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).
Dalam festival MPP kali ini terdapat 32 booth yang dikelola oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung.
Dari jumlah tersebut, pengunjung juga bisa menyaksikan salah satu ruangan yang menampilkan sebanyak 18 prestasi Pemerintah Kabupaten Badung.
Dalam tata kelolanya, MPP Kabupaten Badung memberikan pelayanan publik berbasis Transparancy, Responbility, Upright, Sustainable, and Technology (TRUST). Hal tersebut merupakan tagline yang menjadi pegangan kuat Pemkab.
Baca Juga: Cara Daftar Program Tester Mi Pilot Xiaomi MIUI 13
Badung dalam memberikan layanan kepada masyarakat. KPK berharap hal serupa dapat dicontoh oleh pemerintah kota atau kbupaten lainnya di Indonesia agar sama-sama mampu memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakatnya.
Pelayanan yang baik dan transparan tentunya akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan hidup masyarakat.
Sehingga masyarakat pun tidak akan lagi menggunakan cara-cara curang dalam mengurus keperluan hidupnya hanya karena malas menunggu, dimintai punguatan liar, dan membuang waktu.
Baiknya tata kelola pelayanan publik pada akhirnya akan menciptakan budaya antikorupsi di masyarakat. “Jika melayani publik dengan korupsi maka akan merugikan semua. Mari budayakan antikorupsi dalam pemerintahan,” sebut dia.
Hal ini juga sejalan dengan semangat yang dibawa pada Hakordia tahun 2022. Mengusung tema ‘Indonesia Pulih, Bangkit Berantas Korupsi. KPK mengajak seluruh pihak tanpa terkecuali untuk menjadikannya sebuah gerakan yang merepresentasikan kebangkitan, kepulihan, dan proses pembangunan semangat antikorupsi pasca pandemi Covid-19.
KPK memilih Bali menjadi salah satu dari lima provinsi yang menyelenggarakan Road to Hakordia tahun 2022 dengan harapan Pulau Dewata mampu menjadi contoh dimana budaya antikorupsi bersemai dan tumbuh di tengah masyarakat. Pemerintahan yang bersih tanpa korupsi akan membahagiakan dan mensejahterakan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan