/
Senin, 05 Desember 2022 | 19:13 WIB
Shin Tae Yong (Instagram)

Suara Denpasar - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong saat ini fokus menyiapkan  materi untuk Pratama Arhan dan kawan-kawan.

Pasalnya, Timnas Indonesia akan menghadapi ajang Piala AFF 2022 pada 20 Desember – 16 Januari 2022 mendatang.

Tim asuhan Shin Tae Yong ini masuk dalam  grup A bersama Thailand, Brunei Darussalam, Filipina dan  Kamboja.

Dimana pertandingan ini akan berlangsung dengan format home-away, yang mana Timnas Indonesia akan Kamboja dan Thailand.

Untuk  menghadapi  empat  negara  tersebut, Shin Tae Yong telah menggelar pemusatan latihan untuk anak asuhnya di Bali sejak 28 November 2022 lalu.

Shin Tae  Yong pun  menggenjot fisik para pemainnya  selama pekan pertama, hal ini dilakukan agar Timnas Indonesia siap menghadapi  pertandingan di Piala AFF  2022 nanti.

Terlebih dari 28 pemain yang dipanggil Shin Tae Yong, sebagian besar berasal dari klub Liga 1 yang sudah dua bulan ini  tidak merasakan kompetisi akibat tragedi Kanjuruhan.

Namun, di tengah latihan yang dilaksanakan Timnas Indonesia,  Shin  Tae Yong  justru memberikan kabar mengejutkan mengenai kondisi keuangan PSSI.

Shin Tae Yong menyebut, bahwa saat ini PSSI  tidak punya uang lantaran tidak ada pemasukan akibat  peristiwa yang menyebabkan ratusan jiwa melayang di Stadion Kanjuruhan tersebut.

Baca Juga: Dalih Pelatih Madura United Fabio Araujo usai Dipecundangi PSIS Semarang: Karena Libur Sebulan

"Di PSSI sekarang tidak ada uang sama sekali pasca Tragedi Kanjuruhan. Liga berhenti sponsor tidak ada yang masuk, pemain pasti susah," dikutip dari Suara.com.

Lalu bagaimana nasib Timnas  Indonesia dalam Piala AFF 2022 nanti? Terlebih pertandingan ini akan digelar dengan format home-away.

Meski  kondisi keuangan PSSI terpuruk, Shin Tae Yong meminta  pemain untuk  berjuang dan bekerja keras di ajang tersebut agar bisa mengangkat trofi juara sehingga sepakbola nasional Indonesia bisa bangkit kembali.

memandang trofi Piala AFF 2022 akan menjadi simbol kebangkitan sepak bola Indonesia.

"Dengan kita juara kali ini kita bisa bangkitkan lagi sepak bola Indonesia. Kita punya kewajiban jadi tidak cuma kumpul TC biasa tapi cuma satu target, itu juara," jelasnya.

Ia pun meminta kepada anak asuhnya agar bisa terbuka  dengan tim pelatih apabila  ada   yang mengganjal atau ketidaknyamanan sejauh ini.

Load More