Suara Denpasar - BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) merilis 32 sirup obat yang izin edarnya resmi dicabut.
Hal ini lantaran dari hasil investigasi dan intensifikasi yang dilakukan, BPOM menemukan 32 sirup obat yang mengandung cemaran Etilen Glikol (EG)/Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas aman asupan harian/Tolerable Daily Intake (TDI) 0,5 mg/kg berat badan/hari.
Produk sirup obat yang iin edarnya dicabut tersebut adalah diproduksi oleh PT Rama Emerald Multi Sukses (PT REMS) yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur.
Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut ke sarana produksi PT REMS, ditemukan ketidaksesuaian dalam penerapan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sehingga diganjar sanksi administratif tersebut.
Selain pencabutan izin edar, POM juga memerintahkan kepada PT REMS untuk menghentikan kegiatan produksi dan distribusi seluruh sirup obat.
PT REMS juga diminta menarik dan memastikan semua sirup obat telah dilakukan penarikan dari peredaran, yang meliputi pedagang besar farmasi, apotek, toko obat, dan fasilitas pelayanan kefarmasian lainnya.
Sirup obat yang telah ditarik juga diperintahkan untuk dimusnahkan termasuk semua persediaan (stock) sirup obat dengan disaksikan oleh petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM dengan membuat Berita Acara Pemusnahan.
PT REMS juga diminta melaporkan pelaksanaan perintah penghentian produksi, penarikan, dan pemusnahan sirup obat kepada BPOM.
Tak segan BPOM juga akan membawa ke jalur hukum jika ditemukan bukti permulaan yang menunjukkan terjadinya tindak pidana dalam produksi atau peredaran sirup obat terkait temuan tersebut.
Baca Juga: VIRAL! Bule Kere dan Kriminal Berulah di Bali, Nyolong Obat Kutu Rambut Peditox di Apotek
“Akan segera dilakukan proses penyidikan (pro justitia),” demikian isi pernyataan yang dirilis BPOM melalui laman resminya.
Berikut daftar lengkap 32 sirup obat yang izin edarnya telah dicabut BPOM
1. Ambroxol HCL sirup
2. Antasida Doen suspensi
3. Broxolic sirup
4. Calortusin sirup
Berita Terkait
-
Denise Chariesta Ungkap Masa Kelamnya Akui Pernah Konsumsi Obat Terlarang, Hingga Sempat Berjualan Tas Branded di Club Malam ? Begini Kisahnya!
-
Cenat-Cenut di Dengkul Lutut dan Sendi, Stop Minum Obat! Ini Penyebab dan Cara Mengobati Tahap 1
-
5 Bahan dan Cara Membuat Ramuan Herbal Pengganti Sirup Obat Batuk, Pilek dan Demam, Ada Bawang dan Jahe
-
Lagi, Satu Anak di Bali Kejang karena Gagal Ginjal Akut, Total 18 Anak, 12 Meninggal
-
Ashanty Bingung Arsy Demam, Tak Berani Beri Obat Dokter karena Takut Gagal Ginjal Akut
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional