Suara Denpasar - Tiga pemain menjadi korban kerasnya permainan di laga PSIS Semarang vs Borneo FC, Jumat (9/12/2022) malam.
Pertandingan yang digelar di stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta itu berjalan keras cenderung kasar.
Bahkan, tiga pemain dari kedua tim harus ditandu keluar lapangan akibat mengalami cidera.
Pemain pertama yang ditandu keluar adalah Fajar Fathurrahman dari Borneo FC di babak pertama.
Di babak kedua, Muhammad Andy Harjito ditarik keluar karena juga menderita cidera yang membuat Borneo FC memasukkan pemain anyar ke lapangan.
PSIS Semarang juga harus kehilangan Alfeandro Dewangga di lapangan karena dievakuasi ke luar lapangan dengan pemain Borneo FC.
Kerugian PSIS Semarang bertambah seiring Fredyan Wahyu diganjar kartu kuning kedua berbuah kartu merah.
Fredyan Wahyu menghadang laju pemain Borneo FC dengan kasar di menit 90+2.
Belum terkonfirmasi dari kedua klub tentang update tingkat cidera yang dialami ketiga pemain tersebut.
Baca Juga: Belanda vs Argentina: Julian Alvarez Kartu Truf Albiceleste Andai Lionel Messi Dimatikan
Namun yang jelas hal itu akan membuat kedua pelatih yakni Andre Gaspar di Borneo FC dan Ian Andrew Gillan di kubu PSIS harus memutar otak untuk pertandingan Liga 1 berikutnya.
Borneo FC di laga selanjutnya akan menghadapi PSS Sleman, sementara PSIS Semarang akan bersua Persija Jakarta.(*)
Tag
Berita Terkait
-
Brace Stefano Lilipaly Bawa Borneo FC atasi PSIS, Fredyan Wahyu Diusir Wasit, Hari Nur Yulianto Pecah Telor
-
Andre Gaspar Pusing! Borneo FC Pincang Hadapi PSIS, Sosok Rp 2,61 Miliar Out, Stefano Lilipaly Yakin
-
Lilipaly dan Andre Gaspar Optimis Rengkuh 3 Poin dari PSIS, Dewangga Anggap Semua Pemain Borneo FC Sama Saja
-
Panggung Wawan Febrianto Buktikan Mantan Menyesal, Jelang PSIS vs Borneo FC di Liga 1
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
EcoGrow Mom, Langkah PTBA Wujudkan Perempuan Tani Berdaya dan Sejahtera
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
3 Sampo Penghitam Rambut yang Dipuji Pengguna karena Ampuh Menutupi Uban
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
5 Bedak Tabur yang Memberikan Efek Glowing di Wajah, Hasil Makeup Halus dan Natural
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran