Suara Denpasar - Sebagai pengadilan tertinggi di negara ini, Mahkamah Agung (MA) akhirnya menyerah dan lempar handuk untuk menghilangkan makelar kasus atau markus. Pengadaan kontrovesional itu diungkapkan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial Sunarto.
“Markusnya lebih pintar. Kita cari metode untuk mempersempit kerjanya markus," demikian katanya kepada awak media. "Tapi, menghilangkan markus, mohon maaf saya angkat tangan (lempar handuk). Nggak bisa. Tapi, meminimalisir markus, insyaallah akan kita lakukan,” imbuhnya.
Pernyataan itu tentu mendapat sorotan publik dan pengamat. "Artinya markusnya lebih agung daripada Hakim Agung," tohok Rocky Gerung dalam kanal youtubenya yang dikutip denpasar.suara.com, Senin 12 Desember 2022.
"MA juga dong namanya, Markus Agung," sahut jurnalis senior Hersubeno Arief. Sebelumnya juga diketahui Mahkamah Agung juga menjadi sorotan setelah KPK menangkap hakim agung Sudrajad Dimyati dalam kasus suap putusan pailit Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana.
Rocky Gerung juga meminta ada baiknya Sunarto untuk mengundurkan diri atau resign menyusul pernyataannya yang terkesan menyerah untuk menghilangkan praktek markus. "Ini artinya sudah menyerah ya dalam kedudukan sebagai Hakim Agung. Udah resign aja kalau dia udah tidak mampu," sarannya.
Padahal, jika melihat kedudukanM ahkamah Agung, memiliki kewenangan radikal untuk memberantas praktek markus seperti ini. Mungkin saja, ada ketakutan karena masuknya unsur atau proteksi politik.
"Sekali lagi justru moral Mahkamah Agung akan jatuh karena mengatakan diri tidak mampu, justru markusnya merasa ok," sebut dia. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan