/
Selasa, 13 Desember 2022 | 19:07 WIB
Terkini, Penjelasan Lengkap BMKG Soal Gempa di Bali dengan 13 Gempa Susulan (BMKG/Suara)

Suara Denpasar - Kabupaten Karangasem, Bali, diguncang gempa dengan kekuatan 5,1 magnitudo pada Selasa (13/12/2022) pukul 17.38.24 WIB.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan pusat gempa di laut pada jarak 1 Km arah Timur Kubu, Karangasem, pada kedalaman 30 km.

Dia menjelaskan gempa itu termasuk gempa dangkal karena lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

Gempa terjadi akibat adanya aktivitas Sesar Naik Flores ( Flores back arc thrust ). Hasil analisis BMKG bahwa mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik.
 
"Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Karangasem dengan skala intensitas III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah )," katanya dalam keterangan tertulis.

Selain itu, juga di daerah Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat,  dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Lalu daerah Tabanan, Kuta, Buleleng, Lombok Timur dengan skala intensitas II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata dia.

Hingga pukul 18.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 13 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 4,6.

Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca Juga: Kaesang Keramas 23 Kali Sejak Menikah, Warganet Berlinang Air Mata: Kasihan Mbak Erina

Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.(*)

Load More