Suara Denpasar - Sebagai anak bontot dari sembilan bersaudara ternyata tidak memudahkan Dedi Mulyadi menjalani kehidupan.
Sejak kecil dia harus banting tulang dalam kesederhanaan bersama keluarga besarnya. Hal tersebut terungkap dalam tayangan Kick Andy dengan bintang tamu mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut.
"Kini saatnya saya memperkenalkan anak yang dulu menjual es mambo dan jualan layang-layang. Pernah jadi tukang ojek, cari keong di sawah untuk makan dan kehidupan yang sangat memprihatinkan. Mari kita sambut Dedi Mulyadi," kata wartawan senior Andy F. Noya selalu host dikutip denpasar.suara.com dalam kanall YouTube 'wa uceng chanel', Jumat 16 Desember 2022.
"Kang Dedi Terima kasih ya Silakan duduk. Pekerjaan orang tua anda tentara?" tanya Andy F. Noya. "Terakhir tentara, ibu petani," jawab Kang Dedi sembari menjelaskan dirinya adalah anak kesembilan dari sembilan bersaudara. Sang ayah bernama Sahlin Ahmad Suryana sedangkan sang ibu adalah Karsiti.
Pada kesempatan itu Andy F. Noya juga bertanya soal kehidupan keluarga Kang Dedi. Di mana Kang Dedi harus banting tulang sejak kecil meski menjadi anak tentara.
"Sepintas saya baca riwayat hidup anda kok hidup anda lebih banyak dalam artian lebih banyak susahnya. Anak tentara kok hidupnya susah?" tanya Andy F. Noya keheranan.
"Ya, tentaranya kan sampai 28 tahun. Pangkatnya prajurit kader palang 3," ungkapnya.
Ahmad Suryana memang hanya saat berusia 28 tahun berhenti dan pensiun sebagai tentara.
Hal ini terjadi karena mengalami sakit akibat diracun oleh mata-mata kolonial Belanda. Jadi, otomatis setelah itu penghasilan keluarga Kang Dedi berasal dari kerja serabutan yang dilakukan sang ayah dibantu ibunya yang hanya seorang petani.
Sang ayah sempat bekerja di perkebunan, tapi akhirnya juga memilih berhenti karena kejujurannya.
Baca Juga: Nah Loh! Konten Kang Dedi Mulyadi Soal Rumah Yessy: Membantu atau Membuat Malu?
Sebab, sang ayah tidak mau ikut ajakan teman-temannya yang menilap dan menjual pupuk milik perkebunan. "Dberhentikan oleh teman-temannya karena jujur.
Ya, karena diajakin kerjasama jual pupuk. Dia nggak mau di perkebunan nggak mau, dia lebih baik berhenti," paparnya yang disambut tepuk tangan penonton. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kemensos Kebut Penelusuran 1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judi Online
-
Sharp AQUOS Wish6 Siap Debut, AI Bisa Deteksi Telepon Penipu dan Blokir Nomor Internasional
-
Isu Rudal Menipis di Perang Iran, Donald Trump Kasih Kejutan Kondisi Tentara AS Versi Dia Sendiri
-
Link Live Streaming Persib Bandung vs Persebaya: Memburu Gelar Juara Pra-Musim!
-
Ulasan Novel Supernova Akar, Petualangan Bodhi Mencari Jati Diri
-
Sindiran Menohok Pelatih Vietnam: Thom Haye Dibuat Mati Kutu oleh Pemain Lapis Kedua
-
Ratusan Senpi di Ruang Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Terbongkar! Disimpan Dalam Karung dan Styrofoam
-
Cara Mencuci Puff Cushion Agar Tidak Menjadi Sarang Bakteri, Pakai 5 Bahan Ini
-
5 Rekomendasi Jam Tangan Pintar dengan Fitur Kesehatan Lengkap 2026, Akurat Pantau Heart Rate
-
Sunscreen Gel untuk Jenis Kulit Apa? Ini 3 Pilihan Murah dan Bagus Menurut Pengguna