Suara Denpasar – Mochamad Iriawan alias Iwan Bule resmi mundur dari kursi Ketua Umum PSSI per Minggu (15/1/2023). Mundurnya Iwan Bule ini disampaikan melalui akun Instagram pribadinya @mochamadiriawan84.
Dalam video berdurasi 6.30 detik tersebut, Iwan mengungkapkan rasa bangga dan terimakasih kepada seluruh jajaran dan semua pihak yang telah mendukungnya selama menjadi Ketua PSSI.
“Hari ini di Kongres biasa PSSI, saya ingin menyampaikan bahwa saya memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan masa bakti saya sebagai ketua umum PSSI,” tulisnya pada unggahan tersebut.
Mundurnya Iwan Bule dari kursi Ketua PSSI disampaikan ditengah pembentukan komite pemilihan (KP) dan komisi banding pemilihan (KBP) untuk kongres luar biasa (KLB) PSSI pada februari 2023 mendatang.
Sebelum menyampaikan alasannya untuk mundur, Iwan Bule yang dilantik sebagai Ketua PSSI pada 2 November 2019 lalu, juga mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh pecinta sepakbola di tanah air.
"Dari hati yang paling dalam saya sampaikan permohonan maaf khususnya kepada masyarakat pecinta sepak bola yang telah memercayakan tanggung jawab untuk memimpin federasi ini," ujarnya melalui unggahan Instagram.
Menurutnya, menjadi pemimpin federasi sepakbola Indonesia merupakan suatu hal yang membanggakan. Terlebih sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang menyatukan masyarakat.
Iwan Bule juga mengungkapkan alasannya mundur dari kursi Ketua PSSI.
"Keputusan ini saya buat sebagai bentuk tanggung jawab dan merupakan upaya kolektif dalam rangka membangun sepak bola Indonesia yang lebih baik," ujarnya.
Baca Juga: Berbeda dari Dance Biasa, Ini Dia Hal yang Perlu Ketahui dari Dance Sport
Di kesempatan yang lain, Iwan Bule turut menyinggung soal tragedi Kanjuruhan dan besar harapannya pada Ketua PSSI yang baru.
"Saya meminta tragedi Kanjuruhan menjadi pelajaran agar sepak bola kita semakin maju," ujar Iriawan di Kongres Biasa PSSI 2023, Jakarta, Minggu, dikutip dari ANTARA.
Tak hanya itu, Iwan Bule pun turut menyinggung soal ketua baru PSSI nantinya. Sebab percaya, siapapun Ketua Umum PSSI yang baru nantinya bisa membawa masa depan sepakbola Indonesia lebih baik lagi.
"Siapa pun ketua umum baru PSSI, saya berharap yang terbaik. Jangan pernah lelah untuk memajukan sepak bola karena ini alat pemersatu bangsa. Wajib kerja keras dengan totalitas," kata dia. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional