Suara Denpasar – Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengungkap kondisi miris bagi para guru honorer di Kabupaten Purwakarta. Salah satunya bernama Yosi, yang merupakan guru mata pelajaran Seni Budaya di SMPN 4 Darangdan. Sudah 14 tahun mengabdi sebagai guru honorer, guru Yosi hanya digaji Rp450 ribu per bulan.
Hal itu terungkap di tengah Dedi Mulyadi mendampingi guru Yoyos yang dilaporkan ke polisi karena memukul siswa.
Seperti terlihat dalam tayangan di kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Dedi Mulyadi usai memediasi pertemuan antara guru Yoyos dengan orang tua siswa yang dipukul guru.
Setelah pertemuan selesai, Dedi Mulyadi bertemu dengan guru Yosi di kantor Desa Darangdan. Kemudian mereka bersama-sama naik mobil Dedi Mulyadi.
Di dalam mobil, Dedi Mulyadi mengungkap bahwa guru Yosi belum PNS. Dia sampai saat ini masih guru honorer.
“Ternyata ini pak guru yang bidang kesiswaan itu, guru seni itu belum PNS. Ya, Pak?” tanya Kang Dedi kepada guru Yosi yang duduk di belakang, yang tayang Rabu (18/1/2023).
“Ya betul,” kata guru Yosi.
Guru Yosi mengaku sudah mengajar sejak 2009 dengan status sebagai guru honorer. Jadi sudah 14 tahun. Sebagai guru honorer, dia mengaku mendapat penghasilan Rp450 ribu per bulan.
“Rp450 ribu sebulan. Nggak dapat apa-apa lagi,” kata dia.
Baca Juga: Minggu Pagi Nan Cerah, Dedi Mulyadi Sapa Warganet dengan Narasi Jalanan Berlubang dan 'Bank Emok'
“Total Rp450 ribu? Ya Allah, Ya Rabbi,” ucap Dedi Mulyadi.
Guru Yosi mengakui gaji Rp450 ribu sebetulnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuah hidup sehari-hari. Nah, untuk memenuhi kebutuhan, dia biasa mendapat kiriman beras dari orang tuanya di kampung.
“Bayar listri Rp25 ribu. Beras dapat kiriman terus dari orang tua. Beras gratis,” kata Pak Guru Yosi.
Dia mengatakan, per hati memberi jatah Rp20 ribu untuk istrinya. Belum listrik, BBM, juga liburan.
“Kalau saya hitung, biaya hidup bapak Rp1 juta sebulan. Bapak nomboknya dari mana?” tanya Kang Dedi.
Nah, untuk memenuhi kebutuhan hidup, guru Yosi pun harus mengambil pekerjaan-pekerjaan lain. Di antaranya, Guru Yosi menjadi anggota BPD (Badan Perwakilan Desa). Dia mengaku mendapat gaji sebagai anggota BPD Rp500 ribu per bulan.
Berita Terkait
-
Parah! Jalan Kabupaten di Cinangka Rusak Berat, Tak Direspon Pemkab Purwakarta, Kang Dedi Mulyadi dan Kades Lakukan Hal Ini
-
Abaikan Peringatan Anne Ratna soal Kebersihan? Kang Dedi Mulyadi Bebaskan Nyi Hyang Mandi di Kolam Ikan, Sampai Berkumur
-
Dedi Mulyadi Temui Ortu Siswa yang Polisikan Guru dan Minta Uang Damai Rp50 Juta, Ancam Lapor Balik
-
Duh, Kang Dedi Mulyadi Ajak Ni Hyang Naik Sepeda Motor Tanpa Helm
-
Kang Dedi Mulyadi 'Kesengsem' dengan Gadis Cantik Ini, Sampai Rela Tutup Kamera Demi Dea
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim