Suara Denpasar – Komite Pemilihan (KP) PSSI telah mengumumkan nama-nama kandidat yang akan maju dalam kontestasi kepengurusan PSSI 2023-2027.
Dikutip dari pssi.org, terdapat dua menteri dari Indonesia maju, yakni Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menpora Zainudin Amali menjadi salah satu kandidat dalam kontestasi tersebut. Erick Thohir mendaftar sebagai calon ketum PSSI, dan menpora Zainudin Amali sebagai calon waketum PSSI.
Melihat rekam jejak keduanya di dunia sepakbola, akankah terjadi persaingan atau siap duet ?
Seperti dilansir dari instagram pribadinya @erickthohir, menteri BUMN tersebut mengaku butuh keberanian dan nyali besar untuk ikut serta pada kontesasi kepengurusan PSSI ini.
“Kita bernyali untuk sepakbola Indonesia yang bersih, dan juga sepakbola yang berprestasi kedepan,”tulisnya pada unggahan instagram.
Sementara dilansir dari Antara, Ketua KP PSSI, Amir Burhanuddin mengatakan, Menpora Zainudin Amali masuk diantara 17 kandidat yang mencalonkan sebagai waketum PSSI.
Tak seperti Erick Thohir yang menyerahkan berkas sendiri ke kantor PSSI, Menpora Zainudin Amali meminta salah satu stafnya untuk menyerahkan berkas pendaftaran ke kantor PSSI.
“Untuk menpora, beliau diwakili salah satu stafnya untuk menyerahkan berkas,”jelasnya seperti dikutip dari Antara.
Sementara itu, sekretaris Kabinet, Pramono Anung dalam keterangan persnya di sekretariat kabinet turut angkat bicara mengenai partisipasi dua menteri dalam federasi sepakbola tersebut.
Baca Juga: Banjir Ucapan Selamat, Vidi Aldiano Isyaratkan Sheila Dara Hamil Anak Pertama
“Keduanya telah izin dengan pak Jokowi untuk maju (ketum dan waketum PSSI,red),”jelasnya.
Sementara jika mengacu pada undang-undang (UU) nomor 3 tahun 2005, tentang sistem keolahragaan nasional (SKN) tidak mencantumkan larangan perangkapan jabatan untuk ketua umum sebuah federasi olahraga.
Namun, larangan berlaku bagi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), beserta organisasi turunannya.
Lantas akankah Menteri BUMN Erick Thohir berduet dengan Menpora Zainudin Amali? Atau justru persaingan politik di federasi sepakbola? (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Bertambah, Satu Keluarga Masuk Daftar Korban Tewas
-
Di Tengah Perang, Amir Ghalenoei Obsesi Bawa Iran Lepas dari Kutukan di Piala Dunia 2026
-
Strategi Adidas Kuasai Piala Dunia 2026: Lionel Messi Adu Akting dengan Timothe Chalamet
-
Harga BBM Diesel Mencekik, Toyota Siapkan Senjata Rahasia untuk Fortuner?
-
Apa Itu 'Homeless Media' yang Viral dari Kebijakan Bakom RI
-
Apakah Sunscreen Bisa Meredakan Jerawat? Simak Tips Memilih Produk yang Tepat
-
Oknum Guru SLB di Berau Jadi Tersangka Pencabulan 5 Siswi Disabilitas
-
Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah
-
Tren 'Kicau Mania' dan Suara Burung yang Tak Lagi Saya Dengar
-
Buku Puisi Sergius Mencari Bacchus: Antara Kesepian, Doa, dan Keberanian