Suara Denpasar – Persija Jakarta di bawah komando pelatih kepala Thomas Doll harus kehilangan tuju pemain dari sembilan pemain yang dipanggil PSSI.
Thomas Doll harus rela kehilangan 7 pemain muda potensial yang kembali masuk dalam jajaran skuad persija untuk putaran kedua BRI liga 1 2022/2023.
Presiden klub persija, M Prapanca dan Wakil Presiden Klub Ganesha Putera mengakui pemanggilan tuju pemain oleh PSSI itu sangat memberatkan klub.
Bahan sejak awal, Prapanca mengakui pihaknya debat panjang dengan dengan pelatih kepala atas kultur pemanggilan pemain dari klub sepakbola.
Pasalnya, para pemain harus meninggalkan tim untuk mengikuti TC dalam waktu yang relatif lama. Sementara klub juga memiliki agenda.
“Terlalu lama TC pemain akan kehilangan ketajaman, Club adalah tempat mengasah pemain melalui kompetisi,” kata Prapanca, dilansir dari Youtube Persija, (30/1/2023)
Pihaknya pun menyebut pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia U 20 menjadi halangan berat Persija dalam menatap Bri liga 1 2022/2023.
Meski sangat berat, kata Prapanca pihaknya harus mendukung kepentingan Timnas Indonesia.
Disisi lain, Wakil Presiden Klub Persija, Ganesha menyebut tidak ada satu negara yang industri sepakbola maju menyebutkan jika TC Timnas memajukan industri sepakbola
Baca Juga: 3 Pemain Garuda Select yang Menonjol Selama Uji Coba di Italia
“Kita berkaca ke negara yang sepakbolanya sudah pada maju. Ada gak sih sepakbolanya maju karena TC jangka panjang?”
“Pemainnya suruh meninggalkan klub dua bulan tiga bulan, ada apa tidak? Itu yang perlu dijawab,” katanya.
Jika industri sepakbola maju karena TC dalam jangka panjang, menurut Ganesha apa yang dilakukan PSSI untuk Timnas Indonesia perlu mendapat dukungan.
“Tapi jangan-jangan ada cara lain yang lebih baik. Kita bisa meniru federasi negara yang sepakbolanya sudah maju,” tegasnya.
Berikut adalah sembilan pemain persija yang dipanggil untuk mengikuti TC Timnas U20 persiapan Piala AFC U20 2023.
Achmad Maulana Syarif, Alfriyanto Nico Saputro, Cahya Supriadi, Doni Tri Pamungkas, Frengky Deaner Missa, Ginanjar Wahyu Ramadhani, Muhammad Ferarri, Resa Aditya Nugraha, dan Barnabas Sobor. *
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan