Suara Denpasar – Persib Bandung berhasil kembali merebut posisi top klasemen sementara BRI Liga 1 2022/2023 setelah menumbangkan PSS Sleman.
Meski demikian, pada kemenangan Persib Bandung dengan dukungan Bobotoh di Stadion GBLA, Minggu (5/2/2023), terjadi gesekan antarsuporter PSS Sleman.
Atas peristiwa yang menyebabkan luka bagi Bobotoh dan pendukung PSS, Direktur Persib, Teddy Tjahjono menyampaikan permohonan maaf.
Dilansir Suara Denpasar dari laman resmi Persib Bandung, Senin (6/2/2023) dilaporkan seorang suporter PSS Sleman dan Bobotoh terluka.
Namun, setelah mendapatkan perawatan medis, keduanya diizinkan pulang.
“Atas nama Persib, kami menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, termasuk teman-teman dari Sleman yang diperlakukan tidak semestinya selama di dalam dan di luar stadion," ujar Teddy.
Teddy berharap, peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Sebab, akibat ulah oknum kelompok suporter yang tidak bertanggung jawab inilah yang membuat Persib kerap kesulitan mendapatkan izin penyelenggaraan pertandingan, apalagi dengan kehadiran penonton.
Kendati demikian, Teddy berjanji untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak.
Baca Juga: Jarang Tersorot, Intip 9 Potret Sederhana Istri Para Personel Sheila on 7
Terutama dalam hal yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kenyamanan menyaksikan pertandingan kandang Persib Bandung.
"Sesuai komitmen, kami akan akan terus memperbaiki penyelenggaraan pertandingan kandang, terutama dari sisi keamanan, keselamatan dan kenyamanan," tegas Teddy. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Suwun Coach! Kalah 5 Kali Berturut-turut, Arema FC Depak Javier Roca
-
Fix! Arema FC Akhiri Kerja Sama dengan Javier Roca, Rutam Nuwus Coach
-
Dahsyat! Pelatih Persib Bandung Cetak Rekor Baru di Liga 1, 14 Laga Tak Terkalahkan
-
PSIS Jamu Persebaya, Taisei Marukawa Tak akan Melakukan Selebrasi Jika Cetak Gol
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi
-
Maut di Balik Pintu Terkunci: Misteri Tewasnya Wanita Jombang di Kamar Kos Putat Jaya Surabaya
-
Pelaksaanaan Sensus Ekonomi 2026 di Berbagai Daerah
-
Diplomasi Manis RI-AS: Menagih Realisasi Investasi Hijau Paman Sam
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
3 Sandal Crocs Diskon 70 Persen di Sports Station, Bisa Hemat Ratusan Ribu!
-
Menyabung Nyawa di Aliran Lahar: Kisah Hendra, Petugas Sensus Ekonomi di Kaki Semeru
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
Rahasia Atasi Mesin Cuci Bergoyang dan Berisik di Rumah, Tanpa Panggil Tukang Servis
-
Sempat Hilang, Pencari Ikan Ditemukan Meninggal di Sungai Rejosari Lampung Tengah