Suara Denpasar - Anak Agung Gde Agung ungkap alasan mundur dari pertarungan periode keduanya di DPD RI daerah pemilihan Bali, padahal semua urusan sudah dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU Bali.
Ia mengajukan surat pengunduran diri sebagai bakal calon (Balon) DPD RI 2024-2029. Surat pengunduran itu diajukan langsung ke KPU Bali kemarin (5/2).
Anggota DPD RI periode 2019-2024 itu memiliki alasan kuat untuk tidak maju di periode kedua DPD RI. Menurutnya setelah melewati proses pertimbangan yang matang, akhirnya memutuskan untuk kembali melayani masyarakat sebagai Penglingsir di Puri Ageng Mengwi.
"Jadi perlu saya tegaskan kembali bahwa tidak ada intervensi politik apapun dalam keputusan saya itu, ini murni karena saya ingin mengabdi kepada masyarakat saya di Puri ini, ucap Anak Agung Gde Agung saat ditemui di kediamannya di Puri Agung Mengwi atau keraton Keturunan Raja Mengwi, Badung Bali, Selasa (7/2/2023) sore.
Selain itu, mantan Bupati Badung 2 periode itu (2005-2010) mengatakan siapa saja bisa menjadi DPD RI tetapi sebagai raja di Puri Agung Mengwi, hanya dia yang bisa mengisi tahta itu.
"Siapa saja bisa jadi DPD RI, dan itu periodik (batasan waktu) dan lewat kontestasi, tetapi di sini tidak ada batasan waktu, dan sudah turun temurun, saya diturunkan oleh orang tua saya, jadi harus saya jaga," sambung dia.
Lebih lanjut, dia pun sudah tidak ada keinginan jika ada partai politik yang ingin melamarnya menjadi pengurus partai. Hal tersebut karena dia ingin menjaga netralitas di kalangan masyarakat.
"Masyarakat kita di sini kan tidak hanya satu partai. Kalau saya jadi pengurus suatu partai otomatis bekerja untuk memenangkan partai tersebut, sementara di sini partainya bermacam-macam, jadi tidak bisa saya memaksa untuk pilih suatu partai," ungkapnya.
Kendati demikian, Anak Agung Gde Agung mengaku tidak menutup pintu bagi siapapun, kandidat dari partai mana pun yang ingin menemuinya untuk berdiskusi.
Baca Juga: Menhub Sambangi Heru Budi di Balai Kota, Bahas Tiga Hal Ini
"Seperti yang saya sampaikan tadi bahwa saya sudah memutuskan untuk tidak terlibat dalam urusan partai politik, apalagi sampai harus berhadap-hadapan saat pemilu."
"Saat ini saya lebih pilih menjadi penengah apabila terjadi konflik dalam kontestasi Pemilu, ya meskipun kita tidak pernah menginginkan hal itu (konflik) sampai terjadi," tutupnya.
Untuk diketahui, pada pemilihan DPD RI periode 2019-2024 lalu, Anak Agung Gde Agung berhasil mengantongi 229.675 suara. Kendati masih punya peluang besar untuk terpilih lagi, namun pria kelahiran 25 Mei 1949 itu memilih untuk kembali mengabdi kepada masyarakat di Puri Agung Mengwi. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mitsubishi Siap Produksi Pikap Kopdes Merah Putih, Tapi Belum Pernah Ditawari Agrinas
-
Review Lift: Film Thriller Lokal dengan Akting yang Menarik dan Emosional
-
Terjadi Lagi, Gajah Mati Ditemukan di TNTN: Diduga Akibat Infeksi Terkena Jerat
-
3 Tablet Android Terjangkau dengan Spek Menarik di Bawah Rp5 Juta
-
6 Olahraga Ringan saat Puasa untuk Jaga Stamina, Tubuh Tetap Sehat Selama Ramadan
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Bukan Hanya Ganti Oli, Motul Ajak Pemilik Motor Tingkatkan Standar Servis
-
Bunga Sartika Mundur Usai Polemik Spill Skincare, Tasya Farasya Disalahkan?
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Isuzu Indonesia Incar Market Share Lebih dari 30 Persen Tahun 2026