/
Minggu, 12 Februari 2023 | 14:11 WIB
Ilustrasi King Kobra (Instagram)

Suara Denpasar - Mengejutkan! Hampir setiap tahun warga Parung Banteng meninggal karena gigitan king kobra.

Penyebabnya, karena terlambat mendapat serum anti bisa ular atau ABU. Hal itu terungkap dalam bincang-bincang di dalam mobil antara Dedi Mulyadi dengan Om Zein ketika menuju rumah sakit untuk operasi amputasi tangan Mang Iran yang kesetrum.

"Kalau ke gigit ular, dibuka. Tangannya begitu tuh (menghitam gosong)," kata Kang Dedi dalam kanal youtubenya sambil merujuk tangan kanan Mang Iran, Minggu 12 Februari 2023.

"Jarang selamat, biasanya langsung meninggal di tempat," imbuh dia.

Kang Dedi menanyakan kepada pegawainya adakah Mantri di wilayah itu yang biasa menangani ular.

Salah satu pegawainya menjawab tidak, karena pada mantri atau bidan biasanya tidak dilengkapi dengan serum anti bisa ular.

Biasanya serum anti bisa tersedia di rumah sakit tertentu. "Mantri di Desa Parung Banteng harus dilengkapinya serum anti bisa ular," kata Kang Dedi. "Paling susah itu pak," sahut perangkat desa yang ikut di dalam mobil.

Dia menambahkan dalam setahun ada saja warga desa yang digigit ular king kobra. Teror gigitan ular bukan terjadi di kebun, tapi di dalam rumah.

Umumnya jika lewat dua jam, biasanya korban gigitan King Kobra akhirnya meninggal. Menanggapi hal itu, Kang Dedi pun menelepon seseorang dan meminta agar kasus gigitan ular di Parung Banteng menjadi perhatian serius karena setiap tahun ada saja warga yang meninggal. ***

Baca Juga: Kang Dedi Minta Mang Iran Optimis, Usai Amputasi Tangan Gosong Ditawari Kerja Om Zein

Load More