/
Jum'at, 17 Februari 2023 | 01:23 WIB
Terpilihnya menteri BUMN, Erick Thohir sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI membawa ancaman nyata bagi RANS Nusantara FC, klub milik Raffi Ahmad (IST)

Suara Denpasar – Terpilihnya Menteri BUMN, Erick Thohir sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI membawa ancaman nyata bagi RANS Nusantara FC.

Pasalnya, klub milik Raffi Ahmad yang promosi di BRI Liga 1 2022/2023 kini menghuni papan bawah klasemen sementara.

RANS Nusantara FC pun terancam terdegradasi kembali turun ke Liga 2, jika di tangan Erick Thohir liga kasta 2 dan 3 itu kembali dilanjutkan sebagaimana janji yang pernah diucap.

Meski demikian, Raffi Ahmad itu masih berpeluang menyelamatkan klub dari degradasi dalam sisa 10 laga terakhir di BRI Liga 1 2022/2023.

Karena jika dilihat dari poin, klub penghuni papan bawah masih bisa saling mengejar ketertinggalan. RANS yang menghuni juru kunci memiliki poin sama dengan Persik Kediri, yakni 17 poin.

Sementara posisi 16 dihuni oleh PS Barito Putera mengantongi 22 poin dan posisi 15 menjadi milik Persikabo dengan 25 poin.

RANS Nusantara FC telah kehilangan banyak poin. Pasalnya 14 laga terakhir klub berjuluk The Phoenix itu tak tersentuh kemenangan.

Di pekan 25 BRI Liga 1, Rans juga dalam tantangan berat menghadapi penghuni papan atas, Persib Bandung. 

Jika klub Raffi Ahmad tersebut tak keluar dari papan bawah, maka BRI Liga 1 2022/2023 menjadi awal da akhir perjalan RANS di kompetisi liga tertinggi di indonesia.

Baca Juga: Kontra RANS Nusantara FC, Persib Berpeluang Geser Persija, Daisuke Sato Lebih Termotivasi

Seperti dilansir dari Suara Joglo, Erick Thohir setelah terpilih sebagai Ketum PSSI mulai menyiapkan liga 2 kembali dilanjutkan.

"Dalam waktu dua pekan dari sekarang, kami akan menggelar sarasehan yang dibagi setiap kompetisi, termasuk Liga 1, Liga 2, dan Liga 3," kata Erick Thohir.

Pernyataan itu disampaikan dalam jumpa pers di lobi Hotel Shangri-la, Jakarta, Kamis (16/2/2023) usai terpilih sebagai Ketum PSSI.

Tahap awal, Erick Thohir akan segera menggelar sarasehan. Dalam kegiatan itu nantinya klub akan diberikan waktu untuk berdiskusi menentukan visi misi dalam membangun sepak bola.

"Di situ saya akan melempar garis besar visi dan misi bersama, bukan visi misi saya. Ketika mereka keluar dari kamar, semua harus tandatangan," ungkap Erick Thohir.

"Jadi jangan sampai nanti setelah keluar ruangan ada kata-kata saya (klub Liga 2) sebenarnya tidak ingin kompetisi lanjut," tegasnya. *

Load More