Suara Denpasar – Derby Jawa Tengah BRI Liga 1 2022/2023 antara PSIS Semarang dan Persis Solo menjadi hal yang paling dinantikan oleh kedua suporter, termasuk Panser Biru.
Namun sayang, Polrestabes Semarang tidak mengizinkan laga PSIS Semarang kontra Persis Solo dihadiri penonton. Dengan begitu secara resmi laga yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Kota Semarang pada Jumat (17/2/2023) sore pukul 15.00 dilakukan tanpa kehadiran penonton.
Menurut pentolan Suporter PSIS Semarang - Panser Biru, Kepareng Wareng menyebutkan keputusan itu mengorbankan 95 persen dukungan tim tuan rumah.
Seharusnya menurut Keperang dilansir dari instagram pribadinya, laga PSIS vs Persis hanya dapat disaksikan oleh suporter tuan rumah tanpa kehadiran suporter tamu.
“Yen wedi rusuh yo tanpa penonton tim tamu to pak. Mosok demi 5% ngorbanke seng 95 persen,” Kata Kepareng Wareng dilansir dari instagram @kepareng_wareng sebelum keputusan PSIS vs Persis tanpa penonton.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Panpel dan juga Security Officer PSIS, Pujianto, dilansir dari laman resmi klub, Kamis (16/2/2023) meminta semua pihak menghormati keputusan kepolisian.
“Surat rekomendasi dari Polrestabes Semarang sudah keluar dimana dalam surat tersebut disebutkan pertandingan digelar tanpa penonton,” ujarnya
Pujianto juga mengajak seluruh stakeholder yang ada untuk dapat menghormati dan menaati keputusan tersebut.
“Menanggapi hal ini, kami berharap semua pihak dapat memahami dan menghormati rekomendasi dari kepolisian untuk tidak datang ke stadion pada laga PSIS vs Persis Solo,” tutup Pujianto. *
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026