Suara Denpasar - Untuk kali pertama Pesulap Merah akhirnya mengakui bahwa totok petir Brahmana Sanjaya adalah pengobatan alternatif riil yang tidak menggunakan alat. Hal itu terungkap dalam video di halaman Facebook Brahmana Sanjaya.
Awalnya, Pesulap Merah yang rajin membongkar praktek perdukunan palsu mendatangi lokasi padepokan di Bekasi.
Sudah tampak antrean pasien yang ingin mendapat penganganan dari ahli totok saraf itu. "Ramai banget," begitu kata Pesulap Merah dikutip denpasar.suara.com, Minggu 19 Februari 2023.
Tak beberapa lama, Pesulap Merah pun bertemu dengan Sanjaya yang memiliki nama beken dan julukan totok petir Brahmana Sanjaya.
"Apabila ada keluhan dari pasien, (saat ditotok) pasti sakit. Kalau tidak ada, tidak akan sakit," begitu ungkap Sanjaya.
Sesaat setelah memeriksa seluruh badan Sanjaya untuk membuktikan tidak ada alat dan juga minyak yang digunakan benar adalah minyak sayur.
Pesulap Merah pun membuktikan keampuhan totok petir ini. Hanya dielus dengan jari kelingking di bagian mata kaki kanan, Pesulap Merah tampak meringis kesakitan.
"Ini asam lambung dan kolesterol," diagnosa soal sakit yang dialami Pesulap Merah.
Selain mengobati sakit fisik. Sanjaya juga diketahui kerap membantu pasien yang mengalami gangguan kejiwaan atau stres.
Baca Juga: Pesulap Merah: Mau Nyantet Bilang-bilang, Biar Saya Kasih Foto yang Bagus
Dia juga memiliki beberapa akun media sosial dengan konten klenik. Jadi ada juga pasien yang datang karena gangguan akan ghaib. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan