Suara Denpasar – Berita perceraian Indra Bekti dan Aldila Jelita cukup mengejutkan publik. Pasalnya, Indra Bekti yang dalam masa penyembuhan setelah operasi yang ia jalani.
Namun, perceraian dapat terjadi dengan berbagai faktor eksternal atau bahkan internal. Faktor eksternal seperti, pekerjaan baru, pindah ke luar negeri, atau kehadiran anak dalam keluarga dapat menciptakan terlalu banyak ketegangan yang tidak dapat ditanggung bersama. Hingga akhirnya, pernikahan mengarah pada titik yang tidak dapat diperbaiki.
Jika merasa pernikahan telah mengarah pada titik yang tidak dapat diperbaiki, boleh jadi perceraian adalah pilihan yang masuk akal. Karena, memaksakan diri untuk tetap berada dalam pernikahan yang tidak bahagia mungkin bukan jawaban yang benar.
Mengutip dari poptren.suara.com dari Brides, Psikolog Australia, Noosha Mehmanli Anzab, memberikan panduan secara rinci waktu yang tepat untuk memutuskan pernikahan dan bercerai. Apa saja itu? Simak ulasannya.
1. Saat hal sepele menjadi sumber keributan
Anzab mengatakan bahwa gangguan kecil atau sepele dalam semua aspek kehidupan dapat memicu kemarahan dan kekesalan. Hal ini memang dialami semua orang dan lazimnya akan terselesaikan dengan sendirinya atau mungkin akan diabaikan.
Namun, masalah sepele yang membuat depresi atau stress, serta tidak menemukan jalan keluar adalah masalah besar dalam pernikahan.
2. Tujuan hidup tak lagi sejalan
Saat kita mencintai seseorang, kita akan berusaha untuk bersikap fleksibel, terutama dalam hal mengakomodasi pasangan. Tetapi terkadang dalam satu titik kamu harus sering mengalah dari apa yang kamu mau.
Baca Juga: CEK FAKTA: Hamili Sarah Menzel, Azriel Dituntut Menikah, Ashanty Shock, Benarkah?
Jika pasangan terlalu egois dan lebih mementingkan dirinya pendapatnya sendiri, tidak ada negosiasi atau kesepakatan yang menguntungkan dua belah pihak, tentu ini kan jadi masalah. Terlebih, jika ada ungkapan-ungkapan bahwa tujuan hidup kalian tidak lagi sama.
3. Ketika pekerjaan menjadi prioritas
Pemicu stress eksternal pada pernikahan umumnya adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan pekerjaan. Seperti, keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi atau kesulitan keuangan.
"Stresor eksternal dapat merembet ke dalam kehidupan dan hubungan pribadi kita. Ketika kita merasa tidak didukung, kita merasa ditolak, terisolasi, diabaikan, tidak layak, atau bahkan tidak dicintai." kata Anzab.
Perasaan-perasaan tersebut pasti akan menimbulkan ketegangan dan stres pada hubungan. Jika, kalian merasa bahwa pasangan lebih memprioritaskan karirnya ketimbang pernikahan, maka bicarakanlah hal ini dengannya dan sampaikan perasaan kalian.
Namun, jika tidak ada perubahan setelah beberapa waktu berlalu, lakukan saja apa yang terbaik untuk kalian dan harga dirimu.
Berita Terkait
-
Kasus Masa Lalu Indra Bekti Diungkit Lagi, Netizen Auto Bela Aldila Jelita: Hebat Bisa Bertahan Selama ini
-
CEK FAKTA: Indra Bekti Meninggal Dunia di Tengah Kabar Gugatan Cerai Aldila Jelita
-
Nikita Mirzani Bikin Netizen Keheranan Soal Gugatan Cerai Istri Indra Bekti, "Tumben?"
-
Sadar Bakal Puasa Tanpa Anak Istri Pasca Digugat Cerai, Indra Bekti Menangis
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
Terkini
-
Bupati Konawe Perintahkan ASN Pakai Motor ke Kantor, Ini Alasannya!
-
Anggota Gubernur Rudy Mas'ud Incar Triliunan Pajak Aset Raksasa Tambang
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi
-
Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas
-
Rafael Struick Masih Dipinggirkan John Herdman dari Timnas Indonesia
-
Kader Gerindra Sewot, Rudy Mas'ud Senggol Prabowo dan Hashim: Penyesatan Etika Publik
-
Kunci Keberhasilan Persija Jakarta Bantai Persis, Dony Tri Pamungkas Jadi Pemain Terbaik
-
Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman
-
Hengky Kurniawan Incar Jalur Haji Lewat Korea Selatan, Lebih Cepat dan Kuota Banyak