- Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menanggapi aksi penolakan dirinya oleh sekelompok massa di kawasan kampus UGM baru-baru ini.
- Tiyo menegaskan tidak pernah membawa nama institusi UGM dan menganggap status mantan ketua hanya sekadar identitas historis pribadinya saja.
- Tiyo menyayangkan dugaan adanya mahasiswa bayaran dalam aksi tersebut karena faktor ekonomi serta mendorong mereka menjaga moralitas diri.
Suara.com - Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, buka suara terkait viralnya aksi penolakan terhadap dirinya di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) belum lama ini.
Aksi yang beredar luas di media sosial itu menuai polemik setelah muncul dugaan bahwa peserta aksi tersebut merupakan massa bayaran.
Kejadian tersebut menjadi sorotan usai diunggah berbagai platform media sosial dan ramai diperbincangkan warganet. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah massa membentangkan poster berisi kritik terhadap Tiyo.
Mereka menilai Tiyo tidak mewakili suara mahasiswa UGM dan meminta agar tidak lagi membawa nama kampus dalam ruang publik.
Menanggapi aksi itu, Tiyo menegaskan dirinya tidak pernah mengatasnamakan institusi UGM dalam berbagai pernyataan yang disampaikan ke publik.
Menurutnya, penyebutan dirinya sebagai mantan Ketua BEM UGM hanya merupakan bagian dari identitas yang melekat secara historis.
"Saya tidak pernah mengatasnamakan diri sebagai UGM. Bahwa saya punya histori atribusi sebagai ketua BEM yaitu adalah cara orang untuk mengenali saya, tapi secara institusional tidak ada hubungannya saya dengan BEM UGM," kata Tiyo ditemui Suara.com di sela aksi Geyajan, Sabtu (13/6/2026).
Apalagi struktur organisasi mahasiswa di UGM saat ini telah berubah. Sehingga dirinya merasa tidak lagi memiliki relasi organisatoris dengan lembaga kemahasiswaan yang ada saat ini.
"Apalagi BEM UGM sekarang sudah bertransformasi menjadi Serikat Mahasiswa UGM," katanya menambahkan.
Baca Juga: Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
Di sisi lain, Tiyo mengaku tetap mengapresiasi adanya kritik terbuka terhadap dirinya. Namun, ia turut prihatin melihat masih ada mahasiswa yang diduga terlibat dalam aksi tersebut usai alasan ekonomi dan kebutuhan hidup.
"Saya kasih bocoran deh, bahwa demonstrasi itu punya semacam rekayasa situasi lah yang memang itu terjadi karena mereka punya kebutuhan untuk hidup, kebutuhan untuk melanjutkan perkuliahan dan saya rasa enggak apa-apa," ucapnya.
Persoalan tersebut, kata Tiyo, tidak perlu dibalas dengan kemarahan. Ia memilih memahami kondisi para peserta aksi yang dinilai berada dalam situasi sulit.
"Kalau untuk hidup sebagian orang harus menghina saya, hinalah saya. Tapi sesudahnya saya harap mereka semua menjadi manusia," tandasnya.
Lebih lanjut, Tiyo berharap mahasiswa yang terlibat dalam aksi itu tetap bisa menjaga nurani dan moralitas setelah persoalan mereka selesai. Ia meminta agar perbedaan pandangan tidak membuat seseorang kehilangan harga diri.
"Saya berharap rekan-rekan yang terpaksa melakukan demonstrasi itu sesudah dia dapatkan apa yang mereka butuhkan selanjutnya dia akan jadi manusia yang punya nurani, yang bisa hidup bermoral tanpa harus menggadaikan harga diri," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati