/
Senin, 06 Maret 2023 | 08:50 WIB
6 Fakta Azura Luna, Sosialita Gadungan Dari Indonesia Yang Jadi Buronan Interpol (Twitter/@AzuraLuna / suara.com)

Suara Denpasar – Nama Azura Luna mendadak viral karena statusnya menjadi buronan Internasional. Namun, siapa sebenarnya Azura Luna dan kenapa mendadak jadi buronan internasional?

Perlu diketahui, Azura luna Mangunhardjo adalah penipu yang profesional. Wanita ini juga dikenal sebagai selebgram dan sosialita palsu. Keberadaan wanita asal Indonesia ini juga masih masih misteri.

Lalu, siapakah Azura Luna? simak penjelasanya yang dirangkum dari suara.com dan berbagai sumber.

1. lahir di Kediri

Azura Luna Mangunhardjo bernama asli Enjang Widhi Palupi. Wanita ini lahir di Kediri, Jawa Timur pada 27 Oktober 1978 sehingga kini berusia 44 tahun. Azura juga disebut merupakan lulusan SMA Negeri 2 Kediri tahun 1996.

Usai lulus SMA, Azura kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Bahasa Asing (ABA). Sayangnya, dia tidak berhasil menyelesaikan pendidikannya ini.

2. Pernah Menikah

Azura Luna disebut pernah menikah pada tahun 1997 dengan Brad Krik yang merupakan seorang General Manager Bali Hyatt. Kemudian pada tahun 2003, dia ikut suaminya ke Hong Kong karena pindah tugas. Namun, pasangan ini bercerai empat tahun setelah menikah karena Brad Krik merasa sang istri hanya menghabiskan uangnya saja.

3. Punya banyak identitas

Baca Juga: Putusan PN Jakarta Pusat Terhadap KPU Memberi Preseden Buruk Bagi Demokrasi, Strategi Penundaan Pemilu?

Seperti penipu professional lainnya, Azura Luna juga menggunakan nama samaran. Ia disebut pernah menggunakan nama Ally, Alexandra, sampai Miss M.

Selain itu, ia kerap mengaku lulusan universitas terbaik dunia seperti Harvard University dan Brown University. Bahkan tidak jarang saat melancarkan aksinya, seringkali menyebutkan bahwa dia adalah anak salah satu dari 10 orang terkaya di Indonesia.

Azura juga pernah mengaku tinggal di kawasan elit Kemang Jakarta Selatan. Meskipun, tempat tinggal yang dia maksud bukanlah rumah miliknya dan hanya pernah menumpang untuk tinggal di rumah tersebut. Tak hanya itu, Ia juga mengklaim lahir di Jerman. Sang ibu keturunan India dan ayahnya percampuran Tionghoa, Belanda dan Indonesia.

4. Memamerkan dan menjual barang palsu

Sebagian besar barang yang ia pamerkan adalah barang palsu. Tidak hanya itu ia juga kerap menjual barang palsunya tersebut. Dipercaya, ia sudah mengantongi USD 500.000 dari penipuannya

Bahkan, wanita ini pernah dituduh menjual tas Hermes palsu dengan dalih amal. Tapi kemudian, ia dilepaskan karena kasus itu masuk dalam perdata dan bukan pidana.

Load More