Suara Denpasar – Ponsel telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan saat ini.
Apalagi, di kehidupan yang serba digital teknologi seluler benar-benar mengubah hidup kita dengan membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah dan menghemat waktu.
Namun, ternyata gelombang radiasi pada ponsel juga dapat berdampak buruk pada kesuburan pria.
Dilansir dari poptren.suara.com, para peneliti dalam laman Dataquest, menjelaskan para peneliti dalam laman Dataquest, gelombang radiasi yang dipancarkan dari ponsel dianggap sebagai salah satu bentuk polusi paling berbahaya yang diciptakan oleh teknologi.
Gelombang radiasi yang tidak terlihat ini menyebabkan kerusakan yang signifikan pada organ reproduksi manusia.
Paparan ponsel selama berjam-jam di saku depan dan belakang celana berdampak pada kesehatan testis dan kualitas sperma yang ada pada pria.
Selain itu, kedekatan ponsel dengan bagian bawah tubuh pria secara langsung membuatnya terpapar radiasi elektromagnetik yang berdampak buruk pada jumlah sperma mereka.
Penggunaan ponsel saat dalam kendaraan yang bergerak juga menyebabkan dampak radiasi yang signifikan karena ponsel mencoba mempertahankan sinyal dan data selama perjalanan.
Beberapa ahli internasional juga menekankan masalah ini untuk mengurangi dampaknya.
Baca Juga: 7 Cara Menolak Ajakan Bukber dengan Sopan, Sudah Ada Jadwal Buka Bersama?
Sedangkan, menyimpan ponsel di saku depan selama sekitar 4 jam dalam sehari juga mempengaruhi jumlah sperma yang belum matang.
Hal ini juga dapat merusak DNA pada pria sehingga mengganggu kesuburan mereka.
Hal ini sesuai laporang yang diungkap Cleveland Clinic Foundation of Ohio (AS), bahwa penggunaan ponsel menurunkan kualitas air mani dengan mengurangi jumlah sperma, motilitas, viabilitas, dan morfologi normal.
Selain itu,beberapa peneliti juga menemukan bahwa 14 persen pasangan dari kelompok berpenghasilan tinggi dan menengah menghadapi masalah saat hamil.
The International Institute of Population Sciences, Mumbai pada tahun 2010 merilis sebuah penelitian yang menyoroti fakta bahwa telah terjadi peningkatan 30% pada tingkat infertilitas di India dalam jangka waktu satu dekade (2000-2010).
Cara mengurangi dampaknya
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
-
Situasi Serba Salah: Antara Opang, Gojek, dan Hak Penumpang
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Jokowi Ulang Tahun ke-65, Warga Geruduk Kediaman Pribadi di Sumber Solo
-
3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy