Suara Denpasar - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem optimis meraih suara pemilih secara signifikan dari wilayah Indonesia Timur pada pemilu 2024 mendatang.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai NasDem Prananda Surya Paloh mengatakan, wilayah Indonesia Timur yang terdiri dari Provinsi Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat merupakan basis besar pendulang suara pemilih.
Hal itu disampaikan Prananda Surya Paloh dalam rapat konsolidasi pemenangan Pemilu wilayah Indonesia Timur di Ballroom Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, Badung, Bali, Selasa (7/3/2023) sore.
"Maka itu, mari kita bersama-sama turun ke masyarakat dan bekerja habis-habisan untuk memenangkan NasDem," ujar Prananda dalam sambutannya.
Sebagai ketua pemenangan pemilu, untuk legislatif ia mengatakan agar terjadi peningkatan jumlah kursi anggota legislatif dari daerah pemilihan di Indonesia Timur.
"Terkhusus Papua yang baru saja dimekarkan menjadi 6 provinsi, paling tidak kita menargetkan 8 kursi yang tembus dari sana," ungkap Prananda yang juga Anggota Komisi I DPR RI ini.
Sedangkan untuk daerah lainnya seperti NTB, NTT dan Maluku, dia mengakui kekuatan partainya cukuplah baik di daerah sana.
"Provinsi NTT, kita punya 3 kursi dan berharap ada penambahan lagi. Begitu pun juga NTB serta Maluku kita targetkan ada penambahan," terang politisi kelahiran 21 September 1988 ini.
Sementara bagi Provinsi Bali, selaku tuan rumah dalam konsolidasi ini, Prananda menegaskan menargetkan minimal menembus 1 kursi DPR RI di Senayan.
Baca Juga: Ditanya tentang Reaksi Pacar Soal Adegan Ciuman, Ini Jawaban Jung Kyung Ho!
Lebih lanjut Anggota DPR RI Komisi I itu meminta agar NasDem Bali dapat melakukan kampanye yang mendasari akar rumput. Yaitu membangun kampanye dengan pendekatan kultural sehingga bisa dekat dengan tokoh agama, tokoh kepemudaan dan tokoh masyarakat.
"Apalagi NasDem Bali telah dua kali Pemilu gagal menempatkan kader-kader terbaiknya, kini saatnya kalian bekerja keras untuk meraihnya.
Untuk itu dibutuhkan kelenturan dari para Caleg dan juga DPW untuk bisa melakukan kampanye yang lebih menerapkan esensi kultural atau kebudayaan agar kita bisa menempatkan diri kita kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh kepemudaan. Kalau ini dilakukan maka target itu sangat mungkin terjadi," pungkasnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung