Suara Denpasar – Kali ini tercuat kabar jika Ganjar Pranowo memutuskan keluar dari Partai PDIP, akibat kesalahan fatal yang telah dilakukan Megawati.
Informasi terkait mundurnya Gubernur Jawa Tengah itu disebarkan melalui sebuah unggahan video di kanal YouTube AKTUAL, dengan jumlah subscriber 29,3 ribu.
Tayangan yang diunggah Rabu (15/3/2023) itu, memiliki narasi begini:
“AMARAH JOKOWI MEMUNCAK!! AKIBAT KESALAHAN MEGAWATI BIKIN GANJAR KELUAR DARI PDIP KARNA INI..,” demikian yang ditulis pada judul video.
Sementara thumbnail video menampilkan Ganjar Pranowo yang tampak sedang menandatangani selembar kertas di hadapan Puan Maharani, Jokowi, serta jajaran kader PDIP lainnya.
Meski belum genap 24 jam, namun video berdurasi 4 menit 4 detik itu telah meraih jumlah tayangan sebanyak 1,4 ribu kali.
Lantas, benarkah jika Ganjar Pranowo keluar dari partai PDIP akibat kesalahan fatal Megawati?
CEK FAKTA:
Setelah menyaksikan tayangan tersebut secara keseluruhan, rupanya isi di dalamnya tidak menyajikan informasi yang sesuai dengan judul video.
Baca Juga: 3 Pelajaran Hidup dari Drakor Crash Course In Romance, Ada Banyak Makna!
Faktanya, kabar mengenai keluarnya Ganjar Pranowo sebagai kader PDIP tidak dibahas sampai akhir video.
Justru video hanya membahas kedekatan Megawati dengan Ganjar Pranowo yang menimbulkan spekulasi bahwasannya Gubernur Jawa Tengah itulah yang nanti akan diusung sebagai calon presiden dari partai PDIP.
Video tersebut juga menampilkan pandangan dari beberapa pengamat soal PDIP yang memberi sinyal dukungan terhadap Ganjar Pranowo yang bakal jadi calon presiden.
Dilansir dari suara.com, Kamis (15/3/2023), Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto telah menegaskan, sampai saat ini Gubernur Jawa Tengah itu masih menjadi kader PDIP.
“Ganjar masih kader PDIP, dia belum keluar PDIP setahu saya. Kalau dia kader PDIP berarti dia harus ikut mekanisme yang ada di PDIP,” tutur Bambang.
Maka dari itu, dapat disimpulkan jika klaim Ganjar Pranowo keluar dari partai yang membesarkan namanya akibat kesalahan fatal Megawati, merupakan berita yang salah atau hoaks.
Sehingga, tayangan tersebut dapat dikategorikan sebagai false connection, lantaran judul dan isi berita tidak sama. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123