- Seorang pemuda asal Garut melaporkan kasus dugaan penipuan lowongan kerja ABK kapal cumi di Muara Angke, Jakarta Utara.
- Korban merasa ditipu karena ketidaksesuaian janji gaji dan potongan biaya operasional yang tidak transparan oleh pihak pengurus mess.
- Pihak kepolisian memediasi kedua belah pihak hingga korban akhirnya dikembalikan kepada keluarga dan kasus tetap dalam tahap penyelidikan.
Suara.com - Seorang pemuda asal Garut, Jawa Barat, berinisial DS (24), diduga menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja anak buah kapal (ABK) untuk kapal cumi di Muara Angke, Jakarta Utara.
Korban yang tergiur iklan pekerjaan di media sosial itu melapor ke polisi setelah menemukan adanya ketidaksesuaian informasi terkait kasbon dan biaya kerja yang dibebankan kepadanya.
“Aksi penipuan itu dilakukan para pelaku dengan modus iklan lowongan kerja (loker) yang dipasang di media sosial,” kata Kanit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Iptu Indra Basuki di Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Ia mengatakan dalam iklan lowongan kerja tersebut, tertera gaji pokok senilai Rp 1,2 juta dan nantinya pekerja akan mendapatkan persentase tambahan dari hasil tangkapan cumi dan ikan saat berlayar.
Ia menambahkan jenis pekerjaan yang ditawarkan memancing cumi, gaji pokoknya Rp 1,2 juta dengan bonus tambahan sebesar Rp8.000/Kg cumi, ikan campur Rp5.000/Kg dan tenggiri Rp7.000/Kg.
Dalam iklan tersebut juga tertera iming-iming kontrak tanda tangan sehari sebelum berlayar dan diberikan kasbon senilai Rp 4-5 juta untuk orang di rumah calon anak buah kapal (ABK) atau untuk pegangan para calon ABK.
Melihat adanya loker tersebut, korban tertarik hingga akhirnya mengirim lamaran kerja sebagai ABK kapal cumi.
Selanjutnya korban DS datang mess pekerja di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Korban bertemu dengan A, pengurus mess calon ABK.
Namun saat tiba di mess pekerja, kecurigaan DS mulai muncul. Uang yang dijanjikan dirinya ternyata tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan pihak agen kapal sebelumnya.
Baca Juga: Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru
"Pelapor merasa kecewa karena tidak adanya transparansi soal uang kasbon di awal. Sepengetahuan pelapor bahwa potongan kasbon hanya untuk biaya beli rokok, ternyata ada potongan untuk makan, travel dan sponsor," kata dia sebagaimana dilansir Antara.
Selain itu, ponsel milik korban DS juga disita pihak mess. Korban yang tak terima hingga melaporkan ke layanan 110.
"Setelah mendapatkan laporan dari call center 110, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menghubungi piket Opsnal Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa untuk segera melakukan pengecekan TKP," katanya.
Ternyata benar ditemukan bahwa adanya calon ABK kapal cumi yang merasa ditipu info loker di kapal muara Angke dan muara baru melalui iklan di akun media sosial Facebook.
"Kami akhirnya membawa pelapor dan pemilik mess ke Polsubsektor Muara Angke untuk dimintai keterangan," kata dia.
Kemudian kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Terkait biaya travel, biaya makan, dan biaya tiket kapal pelni ke DOBO ditanggung oleh pemilik mess.
"Pelapor akhirnya dikembalikan ke keluarga dan dijemput oleh keluarga," katanya.
Sementara Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa terus melakukan penyelidikan kasus penipuan dengan modus loker di media sosial.
Berita Terkait
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Selidiki Dugaan Pelanggaran Bos West Ham, Polisi Inggris Terima Laporan Tambahan
-
Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru
-
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar
-
Markas Love Scamming di Semarang Digerebek! 604 HP Disita, 4 WN China dan 2 WNI Ditangkap
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123