/
Kamis, 30 Maret 2023 | 08:40 WIB
Potret Presiden FIFA Gianni Infantino dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saat menghadiri Kongres FIFA ke-73 di Kigali, Rwanda, Kamis (16/3) siang waktu setempat. (Instagram @erickthohir)

Suara Denpasar - Ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Erick Thohir melakukan pertemuan dengan team FIFA di Doha, Qatar pada Rabu (29/03/2023) kemarin. Erick terbang ke Qatar dengan tujuan untuk membujuk FIFA agar tak membatalkan pagelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Namun sayang, perjuangan tersebut tak membuahkan hasil yang baik. Indonesia harus legowo tetap dicoret menjadi tuan rumah pesta olahraga tersebut karena permasalahan sebelumnya tentang penolakan terhadap Timnas Israel.  

“Saya sudah berjuang maksimal. Setelah menyampaikan surat dari Presiden Joko Widodo dan berbicara panjang dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, kita harus menerima keputusan FIFA yang membatalkan penyelenggaraan kegiatan yang sama-sama kita nantikan itu”,  ujar Erick dikutip dari Antara.

Meskipun kejadian ini terasa menyakitkan bagi semua orang Indonesia khususnya untuk para pecinta sepakbola tanah air, Erick berharap agar semua pihak mengambil hikmah dari kejadian ini.

“Kita harus tegar. Saya minta semua pecinta sepakbola tetap menegakan kepala atas keputusan berat FIFA ini. Sebab saya berpendirian, karena itu, ini saatnya kita harus membuktikan kepada FIFA untuk bekerja lebih keras melakukan transformasi sepakbola menuju sepakbola bersih dan berprestasi”, tandasnya.

Tak hanya dicoret sebagai tuan rumah, Indonesia pun kemungkinan akan mendapatkan sanksi berat dari FIFA.  Sanksi terberat kemungkinan indonesia akan dibekukan oleh FIFA. (*/Dinda)

Load More