Suara Denpasar - Masyarakat Indonesia lagi-lagi dibuat resah dengan kemunculan aliran sesat yang tidak mewajibkan pengikutnya untuk melaksanakan sholat lima waktu. Aliran sesat itu bernama Al-Mukarrama Al Khaerat Mukminin Segi Tiga Emas Sunda Nusantara.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @millenialzkece pada (31/03/2023) dijelaskan bahwa aliran sesat ini didirikan oleh Puang Nene yang mengaku dirinya merupakan seorang Nabi. Aliran Sesat yang berkembang di kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini mewajibkan pengikutnya untuk mempersembahkan sesajen di pinggir sungai desa Mattirrowalie.
Lebih parahnya lagi Puang Nene mengharuskan para pengikutnya untuk membayar uang sebesar 750 ribu rupiah dengan alasan untuk membeli kursi di hari akhir nanti. Uang tersebut biasanya dibayar pada saat pertemuan tiap akhir tahun.
Melansir dari ANTARA, Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan fatwa bahwa aliran tersebut merupakan aliran sesat. Bahkan Ketua MUI Kabupaten Bone, Prof KH Muhammad Amir berpendapat bahwa ada indikasi penyembahan berhala dalam praktek ibadahnya.
“Dari penelusuran, itu memang ada ajaran yang menyimpang yang mengarah pada penyembahan berhala,” ujar Prof KH Muhammad Amir dikutip dari ANTARA.
Untungnya Kasus yang menggemparkan tersebut kini sudah ditangani oleh pihak berwajib untuk diketahui maksud dan tujuan dari aliran sesat tersebut. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'