Kelompok ras dan etnis yang hampir tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya ini, menanggung beban pandemi, dan terperosok dalam tekanan biaya hidup. Bagi mereka yang tidak memiliki identitas resmi AS, klaim tunjangan dan bantuan pemerintah seringkali ditolak.
Namun, laporan Xinhua menyatakan bahwa semua faktor tersebut cenderung mengaburkan penyebab utama: ketimpangan pendapatan yang mendarah daging. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin tetap mencolok karena lebih dari 40 juta orang Amerika hidup dalam kemiskinan.
Survei Statista juga mengatakan bahwa pada kuartal ketiga tahun 2022, 68 persen dari total kekayaan di negara Amerika Serikat dimiliki oleh 10 persen kalangan atas.
"Sebagai perbandingan, 50 persen orang berpenghasilan terendah hanya memiliki 3,3 persen dari total kekayaan," katanya.
Sementara menurut Biro Statistik Sensus AS, orang miskin lebih rentan terhadap penyakit, pengangguran, kecelakaan, dan mereka tertatih-tatih di ambang kehilangan tempat tinggal. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Viral Kisah Pria Indonesia Iseng Daftar Militer Amerika, Malah Lolos Jadi yang Terbaik
-
Tak Malu jadi Tukang Pembersih Toilet, Simak Cerita Singkat Jusuf Hamka Selama di Amerika
-
Menetap di Amerika, Ternyata Agnez Mo Masih Alami Banyak Kesulitan, Sampai-Sampai Bawa Cobek Sendiri Dari Indonesia
-
Heboh! Pria Amerika Perkosa Wanita Filipina di Bali, Pelaku Malah Dibantu Oleh Teman Baik Korban
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi