Suara Denpasar – Di balik namanya yang kini menuai kontroversi, siapa sangka Devano Danendra ternyata menyimpan kisah kelam dalam hidupnya.
Devano Danendra, putra kedua dari pasangan Iis Dahlia dan Satrio Dewandono mengaku sempat merasa depresi hingga pernah mencoba bunuh diri.
Kisah pilu tersebut diceritakan mantan Naura Ayu itu saat menjadi bintang tamu di podcast bersama Onadio Leonardo.
“Gue tuh sempet pernah ngerasa depresi, iya (bunuh diri),” kata Devano Danendra mengawali cerita kelamnya, dikutip Suara Denpasar dari kanal YouTube Langit Entertainment, Rabu (5/4/2023).
Bukan tanpa alasan, keinginan untuk mengakhiri hidup itu kata Devano disebabkan karena dirinya sering mendapatkan ejekan dari teman-temannya atas sikap sang ibu Iis Dahlia yang sering membuat gimmick.
“Gue malu. Gue waktu itu masih sekolah masih SMA, mereka gimmick-gimmick lagi. Gue punya temen dong, punya tongkrongan juga, gue gak suka dibecandain yang kayak ‘ih nyokap lo kok gitu sih’ gue jadi capek sendiri,” tuturnya.
Perasaan malu akan sikap sang ibu, sebenarnya telah dirasakan Devano sejak masih berada di bangku SMP. Tepatnya, ketika IIs Dahlia pertama kalinya menjadi juri di ajang kompetisi dangdut.
“Ngalaminnya udah sejak SMP. Pokoknya pas nyokap gue jadi juri,” katanya.
Sejak saat itu, Devano mulai merasa sikap Iis Dahlia berubah, dari sebelumnya sosok ibu yang selalu dia banggakan, menjadi sosok asing yang selalu membuat sensasi di televisi.
Baca Juga: Devano Danendra Pilih Tinggal di Kontrakan Ketimbang Bersama Iis Dahlia, Kenapa?
“Gue ngerasa dia berubah banget, dari yang sebelumnya legend yang gue bangga-banggakan sebagai penyanyi yang besar sampe sekarang jadi host di TV gitu,” ujarnya.
Devano juga menyinggung soal usahanya yang tak pernah dipandang karena ada tittle buruk sang ibu yang justru berimbas pada dirinya.
“Gue ngerasa, apapun yang gue lakuin, gue bikin lagu, gue bikin film gak pernah berhasil. Orang tuh selalu bilang ‘lo tuh anak Iis Dahlia yang sangat-sangat sombong, kasar, dan lain-lain’. Jadi gue ngerasa capek juga apa-apa yang gue lakuin tetep gitu terus,” katanya.
Karena rasa lelah yang sudah dia pendam lama, alhasil puncaknya pada 2020 dia sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya.
“2020 itu puncaknya. Gue nyemprot baygon ke mata biar gue gak bisa ngelihat apapun. Gue kesel banget saat itu,” katanya jujur.
Meski sempat melakukan hal itu, namun pada akhirnya dia memberanikan diri untuk mengungkapkan semua perasaannya di hadapan sang ibu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Kisah Perjuangan Eman: Tempuh Jalan Kaki Demi Operasi Katarak Gratis, Kini Raih Cahaya Hidup
-
Aksi Berbahaya Pria Bergelantungan di Kap Mobil Viral, Lisa Mariana Sebut Ada Konflik Asmara
-
Bela Tanah Adat Berujung Laporan Polisi, Warga Ketapang Desak PT Mayana Cabut Kasus
-
Cek Fakta: Benarkah Proyek Irigasi Ballasaraja Kewenangan Pemprov Sulsel?
-
Tanggapi Gugatan Rp300 T Immanuel Ebenezer, KPK: Fokus Saja di Persidangan!
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Basri Kinas Dorong Transformasi 'Blue Food', Laut Jadi Kunci Swasembada Pangan
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik