- Ketua Umum APPMBGI mengusulkan SPPG Tamalanrea Universitas Hasanuddin menjadi pusat pengembangan standar nasional program Makan Bergizi Gratis.
- Fasilitas dapur yang diresmikan pada 28 April 2026 ini berfungsi sebagai laboratorium untuk mengintegrasikan riset akademik dengan praktik.
- Model operasional di Universitas Hasanuddin diharapkan mampu menjadi acuan nasional untuk memastikan mutu dan keberlanjutan program tersebut.
Suara.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamalanrea 14 di Universitas Hasanuddin, Makassar, diusulkan menjadi pusat pengembangan standar nasional program MBG.
Usulan ini disampaikan Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Abdul Rivai Ras usai meninjau langsung dapur MBG tersebut.
SPPG Unhas tersebut baru saja diresmikan pada 28 April 2026 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, didampingi Rektor Unhas Jamaluddin Jompa. Fasilitas ini menjadi dapur MBG pertama di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, dapur MBG di Unhas tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas layanan makanan, tetapi juga memiliki peran lebih luas dalam pengembangan sistem.
“Ini bukan hanya dapur dalam pengertian operasional. Ini adalah laboratorium hidup. Di sinilah ilmu, riset, inovasi, dan praktik bertemu dalam satu ekosistem yang utuh,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (3/4/2026).
Ia menilai pendekatan yang diterapkan Unhas dapat menjawab persoalan klasik dalam program pembangunan, yakni kesenjangan antara riset dan implementasi di lapangan.
“Selama ini kita sering melihat riset berhenti di meja akademik, sementara praktik berjalan tanpa basis ilmiah yang kuat. Model seperti ini memutus mata rantai tersebut. Apa yang diteliti langsung diuji, dan apa yang dijalankan langsung bisa diperbaiki secara ilmiah,” lanjutnya.
Dalam konteks tersebut, dapur MBG Unhas dinilai berpotensi menjadi pusat pengembangan standar operasional dan model implementasi program MBG secara nasional.
“Kalau kita ingin program MBG ini berhasil secara sistemik dan berkelanjutan, maka kita membutuhkan model-model seperti ini. Bukan hanya sekadar memperbanyak dapur, tetapi memastikan bahwa setiap dapur memiliki basis keilmuan, standar mutu, dan sistem yang teruji,” tegasnya.
Baca Juga: MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program
Ia menambahkan, integrasi antara lingkungan akademik dan praktik produksi memungkinkan proses inovasi berjalan lebih cepat dan terukur.
Ketika pusat pembelajaran berdiri berdampingan dengan pusat produksi, maka proses inovasi dinilai bisa lebih cepat, adaptif, dan terukur.
APPMBGI menyatakan siap mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperluas model serupa di berbagai daerah, dengan menjadikan Unhas sebagai salah satu rujukan utama.
“Ini adalah contoh bagaimana kebijakan publik bertemu dengan keunggulan akademik. Dan ketika keduanya berjalan bersama, maka kita tidak hanya menjalankan program, tetapi membangun sistem yang kuat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program
-
Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis
-
BGN Tak Toleransi Pelanggaran, SPPG Bermasalah Disetop Insentif
-
Temui Menko Zulhas, Asosiasi Pelaku Usaha Dorong Perbaikan Tata Kelola hingga Rantai Pasok MBG
-
Gibran Tekankan Keamanan Pangan MBG: Sisa Makanan Dilarang Masuk Dapur
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu
-
Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat
-
Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem
-
Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju
-
Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan