Suara Denpasar - Kabar mengejutkan, pesantren Waria Al-Fatah terancam bubar. Hal tersebut karena mereka akan kehilangan tempat dalam waktu dekat usai pimpinan pesantren tersebut telah meninggal dunia.
Shinta Ratri, sosok pemimpin di pesantren Waria Al-Fatah yang dijuluki ibunya waria telah meninggal dunia pada 1 Februari 2023.
Setelah sosok tersebut meninggal dunia, maka pesantren Waria Al-Fatah terancam bubar, karena tidak lagi memiliki tempat untuk berdiri dan menjalankan kegiatan santri-santrinya.
Ada kecemasan dari Rini Kaleng, salah satu Waria yang merupakan santri dari pesantren itu, ia berharap Ponpes yang menjadi tempat beribadah komunitas transpuan itu bisa bertahan atau mendapatkan tempat baru.
"Ada kecemasan dimana sih nanti kita akan pindah dari pondok pesantren ini yang kebetulan di sini kita tidak bisa bertahan lama di sini," ujar Rini Kaleng, dilansir Suara Denpasar dari Kanal YouTube BBC News Indonesia pada Jum'at, (7/4/2023).
Rini menjelaskan bahwa alasan yang memungkinkan pesantren Waria Al-Fatah tidak akan bertahan ialah karena keluarga Shinta Ratri akan mengambil tempat tersebut pada bulan September.
"karena rumah ini rumah keluarga dari bu Shinta, dan sampai bulan September harus diminta sama keluarganya," ujar Rini Kaleng menyampaikan.
"Saya berharap tuh Ponpes tuh jangan sampai dilupakan, kan untuk teman-teman ibadah komunitas kita transpuan ini," ujarnya melanjutkan.
"Kita harus ibadah, kalau gak ibadah teman-teman transpuan gimana? Ya kan, kasihan kan," ujarnya melanjutkan.
Rini Kaleng benar-benar berharap ia bersama komunitas transpuan yang punya niat beribadah dan mempelajari agama dengan tenang itu segera mendapatkan tempat baru. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Menyambut Ramadhan Penuh Berkah! SD Negeri 2 Buga Tolitoli Buka Pesantren Kilat
-
Menuju Purwakarta 1? Ambu Anne Gerilya ke Pondok Pesantren Cari Dukungan, Om Zein Terus Tempel Kang Dedi Turun
-
Tahu Bakal Jadi Duda? Kang Dedi di Serbu Emak-Emak Saat Hadiri Milad Pondok Pesantren di Karawang, Begini Faktanya
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
5 Lipstik Matte yang Tidak Bikin Bibir Kering, Tahan Lama dan Tetap Nyaman Dipakai Seharian
-
Debut Gemilang Maarten Paes di Ajax Ternyata Menyisakan Rasa Sakit Hati Bagi Kiper Joeri Heerkens
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Jay Idzes Masuk 10 Besar Bek dengan Sapuan Bola Terbanyak di Liga Italia
-
Bojan Hodak Waspadai Strategi Bertahan Madura United Saat Persib Bandung Kejar Poin Penuh Kandang
-
Pesta Gol di Bandarlampung, Paul Munster Puji Konsistensi Bhayangkara FC Tekuk Telak Semen Padang
-
Dejan Antonic Sebut Duel Semen Padang Lawan Bhayangkara FC Lucu Karena VAR Rusak dan Penalti
-
5 Pilihan Tablet RAM 16 GB Memori 512 GB Paling Murah untuk Kerja
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Hari Ini, Rabu 25 Februari