Suara Denpasar - Labuan Bajo merupakan satu kelurahan di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digadang-gadangi masuk 10 Bali baru. Tapi, tunggu dulu.
Sudah hampir sepuluh tahun industri pariwisata di sana dikembangkan pemerintah. Namun, angka pertumbuhan wisatawan yang berkunjung masih terbilang kecil, bahkan cenderung menurun.
Ternyata banyak yang menjadi penyebab sulitnya Labuan Bajo untuk berkembang. Pada tahun 2019 jumlah turis yang berkunjung ke sana di angka 256 ribu orang. Turun drastis pada tahun 2022 yang mencapai 170 ribu turis.
"Tentu berbanding jauh dengan Bali yang pertahunnya bisa mendatangkan enam juta turis. Tentu saja Labuan Bajo tertinggal jauh dan seakan-akan impian menjadikan Labuan Bajo, Bali baru adalah mustahil," kata Yotutube wisata Ricky dalam kanal youtubenya dikutip denpasar.suara.com, Minggu 16 April 2023.
Ada beberapa penyebab sulitnya untuk mendongkrak pertumbuhan industri pariwisata di sana. Di antaranya adalah di Labuan Bajo, spot wisata 90 persen berada di wilayah perairan.
Seperti keindahan pulau di sekitar maupun pemandangan bawah laut. Hanya beberapa obyek wisata yang berada di daratab seperti Komodo.
Jadi, jika berkunjung ke sana tentu wisatawan lebih menggunakan transportasi kapal laut. Di sisi lain, kapal laut di sana terbilang tidak mencukupi kebutuhan wisatawan.
Sebab, hanya bisa melayani seribu sampai dua ribu orang. "Selain itu tidak cocok untuk family trip. Apalagi mengajak anak yang baru berusia 5 tahun karena rawan mabuk laut," sebutnya.
Selain itu, melihat topografi alam di sana yang berbukit. Tentu untuk para investor dalam membangun sarana dan prasarana pendukung memerlukan biaya yang lebih mahal karena kontur tanah berbukit. "Bahan bangunan juga tentu lebih mahal karena harus dikirim dari laut," jelasnya.
Baca Juga: Cinta Tak Harus Selalu Bersama, Tangis Gisel Pecah dan Peluk Gading Marten
Ada lagi yang membuat Labuan Bajo sulit berkembang karena memang mengandalkan wisata alam.
Ini juga yang membedakan dengan Bali yang memiliki adat dan budaya yang unik. Itulah beberapa hal yang membuat Labuan Bajo sulit berkrmbang dari perkampungan nelayan menjadi Bali baru. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
-
Cara Lamar Lowongan Kerja BBAP BRI Agustus 2026, Ini Link Resminya
-
6 Cara Memilih Shade Skin Tint yang Sesuai Undertone Kulit agar Hasil Tidak Kusam
-
MBG Maju Kena Mundur Kena, Guru Besar UGM Nilai Prabowo Terjebak Program Amburadul
-
Bunga KPR Super Ringan! Wujudkan Rumah Impian di BRI Consumer Expo 2026
-
Bukan Sekadar Turunkan Gula Darah, Ini Tantangan Terberat Pasien Diabetes yang Sering Diabaikan
-
Mau Tampil Gentle? Intip 4 OOTD Dandy Smart Casual ala Kang Hoon
-
Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo dan Angkasa Pura Didorong untuk IPO
-
Prabowo Putuskan Gubernur BI Pekan Ini, Destry Damayanti Segera Dilantik?
-
Siapa Dokter Tamara Jasmine? Sosok yang Viral Usai Sindir Pasien BPJS Kesehatan