Suara Denpasar - Belum lama ini, terjadi perang saudara di Sudan. Bentrokan melibatkan tentara Sudan dan paramiliter (RSF). Yang paling parah, bentrokan terjadi pada hari Sabtu, (15/4/2023).
Imbas dari perang saudara di Sudan ini, merambah ke berbagai hal. Salah satunya, membuat upaya untuk mengevakuasi warga sipil, dan anak-anak sekolah yang terjebak di lokasi bentrokan, menjadi sulit.
Sebabnya adalah, oleh karena dekat markas tentara di Khartoum -wilayah yang menjadi arena perang Saudara Sudan, banyak warga sipil yang masih menyelenggarakan kegiatan harian lainnya, termasuk sekolah.
Sejumlah relawan menceritakan hal tersebut pada awak media. Bahwa negosiasi antara kedua pihak yang bertikai (tentara Sudan dan RSF), berlangsung alot.
"Proses evakuasi dapat segera dimulai, terutama, setelah [kami] mendapat persetujuan dari tentara," kata relawan itu, dilansir dari Middle East Eye, Selasa, (18/4/2023).
Menjelang sore, Minggu, (16/4/2023), tentara Sudan dan RSF bersepakat untuk memenuhi saran dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu.
Antara lain, mulai membuka jalur aman untuk kasus-kasus kemanusiaan, termasuk evakuasi korban luka yang dilakukan selama tiga jam.
Untuk diketahui bahwa banyak ratusan warga sipil yang terjebak di pusat kota Khartoum. Dalam hal ini, termasuk anak sekolah, jurnalis, pasien di rumah sakit.
Sejumlah relawan (termasuk perwakilan PBB) kemudian menyerukan pembukaan koridor kemanusiaan untuk mengevakuasi warga sipil yang terluka.
Baca Juga: Sekjen PBB Antonio Guterre Geram atas Bentrokan Militer di Sudan
Seruan relawan juga ditujukan untuk mengevakuasi orang yang tidak dapat melarikan diri akibat intensitas pertempuran.
Dalam hal ini, yang mendapat perhatian untuk pertama kali dievakuasi, adalah siswa yang sedang bersekolah pada hari Sabtu, (15/4/2023).
Seorang guru di Sekolah Dasar Comboni, yang tidak ingin namanya disebutkan, menceritakan kejadian mencekam yang ia lihat beserta siswa-siswi siang itu.
Mereka, mulanya kebingungan tentang apa yang terjadi di luar sekolah, sehingga ia -dan para siswa-siswi- kembali melanjutkan aktivitas ke kelas.
Namun, beberapa menit kemudian, suara tembakan semakin keras dan terasa dekat. Sementara asap yang diduga muncul akibat dari tembakan senjata tentara, kian terlihat di luar gerbang sekolah.
Sejak saat itu, anak-anak dan sejumlah guru terdampar di sekolah. Mereka bertahan tanpa pasokan makanan dan air yang cukup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting