Suara Denpasar - Beredar kabar ada penghianat di dalam Persib Bandung, bahkan dikabarkan klub tersebut sengaja dijegal sampai di AFC.
Kabar tersebut diunggah dan disebarkan oleh kanal YouTube LIGANYA DAGELAN, sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Jum'at, (28/4/2023).
Kabar tersebut diunggah dalam bentuk video berjudul 'AKHIRNYA TERBONGKAR!! Pengamat Bongkar Persib Gagal Juara Karena Penghianat, Ini Buktinya,'.
Selaij itu, pada thumbnail video juga dituliskan, 'TERBONGKAR SENGAJA DIJEGAL SAMPAI DI AFC, TERNYATA ADA PENGHIANAT DI DALAM PERSIB'.
Video itu diunggah pada 13 April 2023 lalu, menghebohkan publik sampai ditonton 36,6 ribu kali lebih, dengan durasi 2 menit 26 detik.
CEK FAKTA
Setelah ditelusuri, video itu menayangkan cuplikan video seorang pengamat sepak bola, namun tidak ada suaranya, tidak ditunjukkan bukti bahwa pengamat menduga adanya penghianat di dalam klub Maung Bandung itu.
Berbeda dari judul atau thubnail video, kanal YouTube tersebut sama sekali tidak menunjukkan bukti adanya penghianat di dalam Persib Bandung yang menyebabkan klub tersebut gagal jadi juara liga, tidak ada bukti pula bahwa klub itu dijegal di AFC.
"Pengamat sepak bola tanah air akhirnya mengungkap kegagalan Persib Bandung jadi juara liga 2022/2023," ujar sang narator.
Baca Juga: CEK FAKTA: Daftar Lengkap Skuad Persib Bandung 2023/2024, 17 Pemain Bertahan, 11 Out, dan 4 In?
Setelah ditelusuri, pengamat dalam video itu merupakan Eko Maung. Namun videonya diedit dizoom dan dihilangkan suaranya. Video aslinya pernah diunggah oleh kanal YouTube BobotohTV, MampramgTV pada 14 Desember 2022, kanal YouTube itu merupakan kanal resmi yang kerap mengunggah pendapat Eko Maung soal sepak bola, khususnya Persib.
Video itu merupakan video lawas, dalam video aslinya sama sekali pengamat sepak bola Eko Maung tidak membahas penghianat di Persib Bandung, akan tetapi ia membahas soal laga-laga Persib Bandung pada waktu itu, hanya sebatas itu pembahasannya.
Ditelusuri juga dari beberapa video terbaru Eko Maung, tidak ditemukan bukti bahwa dirinya menyebut ada penghianat di Persib, begitupun tidak ditunjukan buktinya oleh kanal YouTube LIGANYA DAGELAN. Berikut ini link video aslinya dan lengkapnya: https://youtu.be/4mFdOAJmbHQ
KESIMPULAN
Dari penelusuran tersebut, berita adanya bukti penghianat di dalam Persib Bandung merupakan berita bohong alias berita hoax. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan