Suara Denpasar - Bali terkenal dengan keindahan alam dan budayanya yang unik. Eksotisme membuatnya dikenal ke penjuru dunia.
Banyak pantai terkenal di Bali. Di antaranya yang sangat terkenal adalah Pantai Kuta dan Sanur. Namun, Bali menyimpan banyak pantai yang indah.
Pantai-pantai Bali ada yang terkenal karena pasirnya, atau panorana sekitarnya. Tak terkecuali ada yang hanya bisa dapat sunset atau sunrise.
Di antaranya ada Pantai Nyanyi. Pantai ini nyempil di antara objek wisata Pura Tanah Lot dan Pantai Canggu. Pantai ini bersebelahan langsung dengan proyek hotel milik mantan Presiden Amerika, Donald Trump yang bekerja sama dengan pengusaha Indonesia, Harry Tanoe.
Kerjasama dua konglomerat cum politikus ini melakukan pembangunan ulang hotel yang dulunya bernama Bali Nirwana Resort (BNR).
Tidak sepert pantai Kuta yang ramai dari pagi sampai sore hari, tidak demikian dengan pantai Nyanyi ini. Pantai ini relatif sepi.
Lokasi pantai ini ada di Banjar Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Persis di sebelah timur Tanah Lot. Atau sebelah barat Pantai Cemagi hingga Canggu.
Pasirnya tidak putih. Melainkan pasir hitam yang mengandung besi.
Dengan lokasinya yang relatif masih sepi atau perawan, pantai ini asyik bagi keluarga dan pasangan. Jauh dari keramaian orang hilir mudik.
Baca Juga: Bukan Pantai, Inilah Wisata Bali yang Ramai Dikunjungi saat Libur Lebaran
Jika kamu datang pada siang hari, ada sejumlah orang yang datang untuk mengubur sebagian tubuhnya. Konon, mengubur bagian tubuh di di pasir panas itu menyehatkan, bisa melancarkan peredaran darah.
Lokasi pantai ini berada di bawah bukit. Di atas bukit ini ada beberapa warung yang menyediakan berbagai panganan, lengkap meja dan kursi untuk menghadap ke sunset.
Sambil menikmati matahari terbenam, pantai ini sangat cocok untuk menambah kehangatan dalam keluarga dan mereka yang sedang dimabuk cinta.
Warung di sekitar ini menyediakan beberapa panganan, hingga kelapa muda yang menyegarkan.
Untuk mencapai lokasi, tidak ada angkutan umum yang bisa sampai ke pantai ini. Dari jalan raya utama Canggu-Tanah Lot, pantai ini berada sekitar 3,5 kilometer. Untuk sampai di sana, harus menggunakan kendaraan pribadi, atau angkutan yang dikelola warga di sana.
Karena kebijakan pemerintah banjar atau desa setempat, kita tidak bisa menggunakan transportasi online seperti Grab atau Gojek untuk menjangkau pantai.
Seperti dilakukan pasangan Rangga dan Olga yang datang dari Canggu menggunakan sepeda motor. Pasangan Indonesia-Ukraina ini datang pada sore hari, sehingga asyik untuk menikmati matahari terbenam atau sunset.
Aktivitas mereka diabadikan dalam video di kanal youtube mereka Rangga & Olga. Keduanya kesengsem suasanya hidden beach yang sebagian berdinding batu padas ini.
"So here's the cliff to which I really like and it's very beautiful especially now sunset are coming it will be very beautiful light and just to see in real life it's like i'm real (Jadi inilah tebing yang sangat saya sukai dan sangat indah terutama sekarang matahari terbenam akan datang cahayanya, akan sangat indah dan hanya untuk melihat dalam kehidupan nyata, rasanya seperti saya nyata," tandas Olga dalam video yang diunggah 5 bulan lalu. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien