/
Minggu, 07 Mei 2023 | 12:40 WIB
Dosen Fisip Unud, Efatha Filomeno Borromeu Duarte (Rovin Bou/Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Pasca penetapan Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden (Capres) yang diusung PDI-Perjuangan pada 21 April 2023, nama yang santer masuk dalam nominasi sebagai calon wakil presiden yakni Erick Thohir, Sandiaga Uno, Prabowo Subianto dan Budi Gunawan

Menariknya, Budi Gunawan digadang-gadang menjadi kuda hitam dan berpeluang mewakili Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden. 

Analis tersebut disampaikan Dosen FISIP Universitas Udayana Bali, Efatha Filomeno Borromeu Duarte. 

"Nama Budi Gunawan jadi sosok kuda hitam yang perlu diperhitungkan dalam kontestasi pendamping Capres Ganjar Pranowo", kata Efatha kepada Suara Denpasar, Minggu, (7/5/2023).

Menurut Efatha yang juga sebagai Sekretaris Jenderal Paguyuban Warga Timor-Timur (PAWATIM) yang berkantor pusat di Denpasar Provinsi Bali menilai sepak terjang Budi Gunawan tidak bisa dianggap enteng. 

"Budi Gunawan merupakan seorang mantan Pati Polri yang berpengalaman dan memiliki reputasi baik di bidang keamanan. Selama karirnya di kepolisian, ia juga dikenal sebagai sosok yang tegas dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," jelas Efatha. 

Sehingga Budi Gunawan dianggap tepat mendampingi Ganjar Pranowo yang dinilainya politisi dengan padat pengalaman.

"Sosok Capres Ganjar ini merupakan seorang politisi yang sarat pengalaman. Kita melihat bahwa, Ganjar ini telah menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah sejak 2018 dan sebelumnya menjabat sebagai Anggota DPR RI 2 periode. Dia dianggap sebagai salah satu pemimpin daerah yang sukses dalam menjalankan pemerintahan daerahnya dan mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi di Jawa Tengah", tuturnya.

Bagi Efatha yang juga sebagai Founder Malleum Iustitiae Institute itu berpendapat bahwa Budi Gunawan memiliki pengalaman dan rekam jejak di bidang keamanan dan intelijen negara. 

Baca Juga: Panser Biru Ungkap Kekecewaan Meski PSIS Semarang Perpanjang Kontrak Septian David Maulana, Ini Alasannya

Hal ini dapat menjadi keunggulan dalam menghadapi tantangan keamanan nasional dalam menghadapi era globalisasi yang asimetris tentunya penting memiliki kemampuan diplomasi keamanan akibat meningkatnya tensi perubahan dinamika dunia.

Selain Efatha menilai Budi Gunawan memiliki jaringan dan pengaruh yang luas di lingkungan kepolisian dan lingkup strategis lainnya. Hal itu dapat membantu dalam menjalankan fungsi-fungsi terkait keamanan dan penegakan hukum yang lebih baik. 

Dia menjelaskan, selama Budi Gunawan menjabat sejak 2016 hingga sekarang, BIN di bawah kepemimpinannya jadi lembaga negara yang memiliki pengaruh strategis bagi pemerintahan, sehingga hal ini akan memberikan kenyamanan dan keyakinan bagi negara. 

Kata Efatha, selain dekat dengan Presiden Jokowi, modal penting yang tidak dimiliki kandidat lainnya adalah kedekatan Budi Gunawan dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. 

"Tentu ini yang paling vital, Budi Gunawan miliki modal tiket penting yang tidak dimiliki kandidat lainnya, yakni kedekatan khusus dengan Ketum PDI-P Megawati karena pernah jadi ajudan saat Bu Mega jadi Wapres dan juga Presiden ke-5," imbuhnya.

Kedekatan Budi Gunawan dengan Megawati Soekarnoputri itu dinilai berpotensi mendapat tiket menjadi wakil presiden atas restu Megawati. Jika itu terjadi maka dukungan dari masyarakat Bali tentu akan melimpah. Sebab masyarakat Bali melihat bagaimana agar keberlanjutan trah Soekarno tetap terjaga.

Load More